Chapter 10

1063 Words

*** Setelah pertemuannya dengan Asta di lobi apartemen, perasaan Valeria tidak baik-baik saja. Diselimuti kekhawatiran dan takut, bayangan tentang segala kemungkinan terburuk, terus menari-nari di pikirannya—membuat dia yang sudah membayangkan makan siang enak bersama Sastra dan Valeria, justru kehilangan nafsu makannya. "Jangan dipikirin terlalu dalam. Nanti kamu sakit." Valeria yang hanyut dalam lamunan di tengah kegiatannya makan, lantas mengarahkan atensi pada Sastra yang duduk persis di depannya. Tak ada Tanaya, saat ini dia dan sang kekasih hanya berdua, setelah sebelumnya sang putri berpamitan ke kamar mandi. "Gimana aku enggak kepikiran, Mas? Mas Asta terang-terangan mau ambil Yaya," ucap Valeria. "Dia emang ayah kandungnya, tapi dia enggak pernah menginginkan kehadiran Yaya. J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD