Chapter 38

1281 Words

*** "Masih punya muka kamu datang ke sini?" Barusaja hendak meraih knop pintu, pertanyaan tersebut tiba-tiba Sastra dapatkan dari arah kanan—membuat dirinya spontan menoleh. Mendapati Tegar berdiri tidak jauh darinya, helaan napas pelan dia embuskan sebelum kemudian dengan tenang, Sastra menimpali. "Aku enggak sering datang terlambat," ucapnya. "Baru kali ini dan itu pun enggak sampai malam. Tolong dimaklum." "Dimaklum biar ke depannya kamu ngelunjak?" tanya Tegar, sambil mendekati putranya itu. "Kamu itu Bapak percaya buat pegang restoran yang Bapak bangun sejak kamu sama kakakmu masih kecil, Sastra. Harusnya kamu bisa pegang kepercayaan Bapak dengan bekerja sepenuh hati dan bertanggungjawab. Kamu pikir semua fasilitas dan uang yang kamu punya selama ini darimana kalau bukan dari rest

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD