*** Usai shock karena tiba-tiba ditemui Asta persis di depan apartemennya, Valeria mundur kemudian menutup pintu tanpa membalas ucapan pria itu, ataupun menerima apa yang diberikan. Tak tahu harus berkata apa, perasaan Valeria kini tidak menentu, sementara degupan jantungnya semakin cepat dan tidak teratur, bahkan deru napas Valeria pun tak beraturan. "Mas Asta," ucapnya dengan posisi punggung yang menempel pada pintu. "Dia kenapa bisa tinggal di sini? Terus di mana unitnya sampai dia berani bilang kalau kita tetanggaan?" Tak ada jawaban untuk pertanyaan yang dilontarkan, Valeria gelisah sendiri, hingga ponsel di saku bajunya yang tiba-tiba saja berdering, membuat dia tersentak kaget. Selain karena dering ponsel, Valeria terkejut karena dia baru teringat jika saat menemui Asta, dia s

