*** "Yaya!" Berseru sambil menahan tangis, itulah Valeria sekarang setelah sebelumnya dia dilanda panik, usai sosok sang putri yang semula ada di jangkauannya, tiba-tiba hilang dari pandangan. Merasa ceroboh sekaligus bodoh karena terlalu fokus pada ponsel, Valeria sigap mencari Tanaya di area bermain. Takut sang putri bertemu Asta kemudian dibawa pergi begitu saja, itulah yang ada di pikiran Valeria, hingga akhirnya setelah hampir frustasi karena sang putri tidak ada, dia menemukan Tanaya di salah satu wahana. Tidak sendiri, putrinya itu sedang bermain dengan gadis kecil lain. Tak ada Asta ataupun Mauren di dekat perempuan itu, Tanaya benar-benar hanya bersama anak-anak—membuat rasa panik di dalam diri Valeria, perlahan berkurang. "Mima!" Tanaya yang langsung menangkap kehadiran Vale

