*** Menetap sebentar di apartemen Asta, Valeria memutuskan untuk pulang. Tidak menunggu sampai Asta terbangun dari pingsan, dia menyerahkan pria itu pada asistennya, yaitu; Katya. Sampai di apartemen miliknya, yang Valeria lakukan adalah bersantai. Namun, belum ada lima menit duduk, suara bel lebih dulu terdengar dari pintu—membuat atensinya beralih lalu setelahnya dia pun beranjak. Membuka pintu dengan penasaran, dia mengerutkan kening setelah di depannya sosok Katya berdiri sambil mengukir senyum. "Kamu," panggil Valeria. "Mau ngapain ke sini?" "Mau bilang makasih, Bu," ucap Katya—membuat kening Valeria kembali mengernyit. "Pas Ibu pulang, kan, saya belum bilang makasih. Jadi sekarang saya mau bilang itu." "Seriusan kamu ke sini cuman mau bilang itu?" tanya Valeria, nyaris tidak pe

