penyesalan Niko

1213 Words
Flash back off Sudah seperti orang gila bella terus berbicara dengan kertas kecil itu , air matanya tak surut surut , tangisannya yang pilu menandakan hatinya yang sangat terluka Tangisan pilu seorang ibu yang kehilangan anaknya sangat menyayat hati bila mendengar nya " Kamu tau sayang mama sudah ketemu papa kamu , dia masih sama seperti dulu tanpa dan gagah " bayangan bella akan sosok devan yang sangat bella cintai , bella ceritakan pada sebuah kertas kecil yang tak bisa mendengar apalagi menyahut ocehannya " Mama tau kamu pasti makin benci mama kan sayang , setelah 10 tahun mama kini mengingkari janji mama ke kamu , mama harap kamu tenang di sama sama oma ya sayang , mama tak bisa egois sayang sudah cukup banyak dosa yang mama buat dan mama tak bisa menyakiti orang terdekat mama lagi sayang " bella terus terisak dan menjeda ucapannya " Kamu tau sayang papa kamu akan nikah sama tante nita sayang , dan jika mama memaksa maka ini akan menyakiti tante kamu sayang , mungkin ini ungkapan kemarahan kamu ke mama karma melepaskan mu dulu jadi membuat mustahil kamu hadir di rahim mama lagi , tak apa jika kamu mau hadir di rahim tante nita nanti mama akan tetap sayang sama kamu" " Bella kaka masuk ya " sura niko kakak bella di balik pintu menyadarka bella dan segera bella memasukkan kertas kecil itu kembali ke dalam dompetnya " Kaka bawakan makanan sayang , sini kaka suapi " niko menarik tangan bella sambil membawa nampan berisi makanan Bella mengikuti kakak yang menggiringnya duduk di sofa , Niko cukup terkejut melihat kondisi adik nya , niko tak pernah melihat bella serapuh ini , memang semenjak kepergian mamanya niko mulai jarang bersama bella niko terlalu asyik dengan dunianya sendiri bukan karena tak sayang pada adiknya namun niko juga harus menenangkan dirinya sendiri kepergian mamanya telah merubah segalanya " Apa permintaan papa sangat sulit buat mu? " Tanya niko pada bella sambil terus menyuapinya Bella hanya menggeleng dan menundukkan kepalanya , bella tak berani menatap mata niko " Terus apa yang membuat mu sesedih ini , eem??" " Bella baik baik saja kakak " tegas bella " Cerita sama kakak apapun itu, kamu tau kakak selalu ada di pihak mu " niko mengelus lembut surai bella wanita yang paling niko sayangi saat ini " Sudah kak bella kenyang " bella menolak suapan dari niko , " Ini belum ada separuhnya bella" " Aku diet gak makan malam " alibi bella " Kamu lahir dengan tubuh yang sempurna sayang , makan malam tak akan membuat mu gendut " Hanya di balas senyuman oleh bella, hanya niko dan papanya yang bella punya jadi bella akan melakukan apapun untuk mereka bella tak akan memperlihatkan kesedihannya pada mereka , bella harus terlihat kuat dan tegar agar orang-orang yang bella sayangi tenang membiarkan bella tinggal sendiri " Sudah lah kak aku lelah , aku mau istirahat " bella beranjak ingin meninggalkan niko yang masih terpaku menatap adiknya Apa selama ini dia sudah melewatkan banyak hal , dia merasa sudah sangat jauh dari adik tersayang nya ini " Jangan paksakan dirimu sendiri , bersandar lah pada kami , kami tetap keluarga mu , kami sangat menyayangi mu meski kita tinggal berpisah " niko meraih tangan bella dan mendudukkannya di pangkuannya, niko memangku bella dan memeluk adiknya , niko sudah sangat lama tak memeluk tuan putrinya ini " Maaf jika membuat mu merasa sendiri selama ini , percaya lah kami sangat menyayangi mu " tanpa niko sadari air mata nya luruh begitu saja , Menyesal? Tentu saja niko sangat menyesal dia merasa sangat egois telah membuat jarak sejauh ini antata dirinya dan bella , harusnya sepeninggal mamanya dia tak sibuk sendiri menghibur diri karena nyatanya buka cuma dirinya yang kehilangan sang mama adiknya pun pasti lebih hancur karena kehilangan mama dan kehilangan perhatian dari keluarga nya sekaligus Air mata adiknya menyadarkannya betapa jahatnya dia selama ini " Aku baik-baik saja kakak , siapa bilang aku merasa sendiri aku punya kalian " suara bella bergetar berusaha tetap terlihat tegar " Tinggal lah di sini mulai sekarang bella " niko berpikir akan menjaga adiknya dari dekat mulai sekarang " Hay jagan bercanda pekerjaan ku tak bisa ku tinggalkan di Indonesia" " Tinggal lah di sini maka papa tak akan memaksa mu untuk menikah lagi " tegas niko yang berpikir kesedihan adiknya karena di paksa menikah oleh papanya " Kenapa ? " Bella bingung dengan ucapan niko " Papa sangat khawatir dengan mu yang tinggal sendiri di sana maka papa pikir mencari orang yang bisa menjagamu di sana , dan pilihannya adalah deren , kamu tau kan derendra dari kecil sudah menyukai mu jadi kami akan tenang jika dia yang menjaga mu di sana " niko menjeda ucapannya sejenak " Tapi beda cerita jika kamu mau tinggal di sini maka tak ada alasan untuk kamu harus menikah " terang niko panjang lebar " Iya deren dan keluarga nya sangat menyukai ku , tepatnya sangat menyukai harta kita " balas bella masam jelas bella tau maksud dan motif dari keluarga deren, om seno yang merupakan kakak kandung dari almarhum sang mama dari dulu gencar menjodohkan bella dengan anaknya jelas tujuannya hanya satu yaitu harta " Tak apa mereka menyukai harta kita toh uang kita tak akan habis meski mereka sering hura-hura setiap hari " balas niko santai sudah bisa menghadapi orang-orang yang mendekat hanya karena hartanya saja " Ya seperti istrimu itu yang gila menghamburkan uang setiap hari , lagian aku heran kenapa kakak menikahi wanita seperti itu " cercar blla yang memang sangat tak suka pada sikap kakak iparnya yang matre gak ketulungan " Dia pilihan papa , " simpel sekali jawaban kakaknya " Kenapa kakak mau saja nikah tanpa cinta , dan buat apa nikah toh kakak masih tetap main gila di luar sana dasar lelaki huuhh" bella mengambil nafas panjang jujur saja dia pasti langsung kesal bila sudah membahas tentang kakak iparnya " Tak semua orang beruntung bisa menikah dan hidup bersama dengan orang yang mereka cintai seperti mama dan papa" terang niko " Apa kakak tak pernah mencintai seorang gadis ?" Niko menggeleng dia duni ini hanya mama dan bella lah wanita yang ia cintai , istrinya bahkan hanya formalitas saja bagi niko , " Apa di antara sekian banyak wanita yang pernah meng hagatkan ranjang kakak tak ada satu pun yang mencuri perhatian kakak ? " Kembali hanya gelengan sebagai jawaban yang niko berikan " Apa setelah melakukan itu kakak tak pernah membayangkan akan melakukan itu lagi dengan orang yang sama ? " " Tentu saja pernah! kakak akan melakukanya dengan orang yang sama bila kakak ingin , kenapa kamu menanyakan hal yang aneh begitu?" " Bukankah jika kita menginginkan untuk melakukan s*x berulang dengan satu orang itu namanya cinta ? " " Pernyataan konyol dari mana itu ? ! Cinta itu bukan s*x sayang , billa kamu menginginkan s*x dengan orang yang sama itu nanya nafsu bukan cinta , ada-ada aja kamu ini " niko terkekeh geli dengan pertanyaan adiknya , memang benar tuan putrinya ini terlalu polos bahkan umur yang sudah 28 masih saja berpikir seperti anak-anak Bella mulai berpikir apa benat perasaanya pada devan hanya nafsu dan bukan cinta ? Tapi ?? "aahhhhha " bella kembali menggeram kesal entah perasaan apa ini
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD