Berjanjilah

965 Words

     Malam yang dingin membuat Diana susah untuk tidur, dia tidak terbiasa dengan cuaca seperti ini.  Diana sudah memakai dua selimut namun masih saja kedinginan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul dua pagi namun mata Diana masih saja tidak mau di pejamkan.  Diana berdecak. "Nggak bisa tidur!" pekiknya tertahan. "Mereka udah pada tidur belum ya?" gumamnya. Diana bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar kamar, dengan jalan perlahan dia berjalan ke arah dapur. Mungkin dengan memakan satu atau dua roti dia akan bisa tertidur setelah ini. Diana melihat ke arah dapur yang sudah gelap, dia mencari di mana keberadaan tombol lampu namun tidak ada. Diana baru teringat kalau dengan satu tepukan lampu di sini akan nyala atau mati dengan sendirinya jika tidak ada orang di ruangan itu. Dia menepuk t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD