"Udah cantik kok istriku, nggak usah lama-lama dandannya." "Sabar, alis aku baru setengah." Keyro menghela napasnya dan menutup wajahnya dengan novel -Brondongku Sayang- milik istrinya itu. Dia sedang memperhatikan Diana yang sedang mempoles wajahnya, dari posisi Keyro yang duduk tegap hingga dia membaringkan tubuhnya di sofa, istrinya itu belum juga selesai dengan merias wajahnya. Ponsel Keyro berdering. Ternyata sepupunya yang menelpon. Dia menekan warna hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya. "Ya bang?" "Lo di mana? Gue udah di jalan mau ke kantor lo nih." "Masih di rumah." jawab Keyro. "Istri gue masih ngelukis alisnya belum selesai dari tadi." lanjutnya dengan berbisik. Rano yang di sebrang sana terbahak geli. "Suruh cetak aja tuh alis biar cepet, jadi nggak usah nge

