Part 18 - Kehilangan Harapan

1656 Words

“Mana yang lebih kau sukai? Permainan lembut atau kasar?” Pria blonde bertanya, dan di sambut dengan kekehan dan wajah tertarik dari teman-temannya. Saat Sivia merasakan tangan pria blonde itu mengelus pipinya, Sivia memejamkan mata. Ia tidak ingin memikirkan apapun meskipun dalam otaknya sudah membayangkan hal-hal terburuk yang mungkin akan ia alami. “Kami bisa keduanya jadi tidak masalah. Kami akan memastikan kau benar-benar menyukai permainan kami,” lanjut pria itu setengah berbisik. Tangannya sudah turun mengelus leher jenjang Sivia, membuat Sivia semakin memejamkan mata erat. Sivia tidak ingin mendengar atau melihat apapun. Matanya pun mendadak basah karena takut. “Hei, jangan menangis. Jangan takut pada kami. Selama kau menjadi gadis baik dan menurut, kami tidak akan menyakitimu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD