Komitmen

1318 Words

Kennan meraih gelas berisi sirup berwarna merah dan meminumnya hingga tandas. Cukup setor muka sebentar saja di pesta itu rasanya cukup. Ia bangkit dari duduknya hendak pulang. Tanpa pamit pada Jimmy, kakinya mulai melangkah. Namun, sepasang netra elangnya menatap seorang gadis yang dikenalnya, tengah ditarik ke tengah-tengah membuat banyak pasang mata memandang ke arah keduanya. Musik pun tiba-tiba berhenti, dan mereka melihat adegan keduanya. Sadar gadis itu siapa, Kennan mendekat. “Kak! Lepas!” bentak Joanna. Membuat lelaki itu semakin naik pitam. “Sok jual mahal lo! Mana temen yang lo bilang itu hah?! Bisa-bisanya ngajak cewek kampungan ke pesta ini!” “Di sini,” ujar Kennan yang berdiri tepat di belakang lelaki itu. Baru saja lelaki itu memutar tubuhnya, ia langsung terhuyung ol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD