Semua Tertawa

1357 Words

(Pov Irsyad) “Boleh gue masuk ?” tanya gue, setelah pertengkaran hebat hari itu, sekarang gue terbiasa untuk meminta izin masuk pada Aaris, meski pintu tidak ia kunci. “Masuk aja,” sahut Aaris dari dalam. Gue segera membuka pintu dan menyalakan lampu, duduk bergabung dengan Aaris yang tengah asik bermain PS. “Ada yang mau gue certain.” Sepertinya gue terdengar sangat bersemangat, gue tidak peduli. “Gue yakin lo bakal kehilangan kata-kata, kalo dengar cerita ini.” Lagi-lagi gue berharap Aaris merespon lebih dari sekedar anggukan atau deheman pelan, sebagai pertanda kalo dia sedang mendengarkan, tapi itu tidak lagi masalah bagi gue. Gue sudah mulai terbiasa. “Ini soal Rara. Teman baru lo,” lanjut gue, kali ini gue melihat reaksi berbeda yang Aaris tunjukan. Aaris tiba-tiba meletakkan

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD