(Pov Rara) ‘Bagus ...’ Aarrrghh ... rasanya aku ingin menghilang detik ini juga ! Aku menyesal latihan baca puisi di ruang tengah. Kenapa Irsyad harus muncul saat keadaanku seperti ini? kepala di tempel koyo, pake jilbab dari selimut, baju daster panjang kayak pembantu. Kenapa dia harus muncul dan melihatku dengan penampilan ini ? Ini semua gara-gara bang Gino. Aku merasa seperti kehilangan wajah. Sekarang, aku benar-benar malu! Rasanya aku tidak ingin keluar dari kamar selamanya. “Dek, ada mau jeruk gak? Ada buah dari Irsyad,” seru bang Gino yang sepertinya berada di depan pintu kamarku. “Gak!” sahutku ketus, enggan membuka pintu. “Ya udah kalo gak mau ...” respon menyebalkan bang Gino. Bang Gino sama sekali tidak merasa bersalah telah membuatku malu setengah mampus! “Kenapa

