Di Cafe

1118 Words

Setelah selesai memarkirkan mobilnya di parkiran depan cafe yang ia kunjungi, gadis itu segera melangkahkan kakinya menuju pintu masuk cafe sembari jari jemari dari tangan kanannya bergerak dengan aktif memutar lingkaran kunci mobil. Tidak ketinggalan, mulut gadis itu juga tidak bisa dikatakan sedang dalam fase free lantaran saat ini tengah sibuk mengunyah permen manis yang sebenarnya tidak bisa ditelan olehnya atau di sebut dengan permen karet. "Fika!" Mendengar namanya dipanggil, gadis dengan kemeja flanel berwarna biru tua bergaris hitam itu segera mempercepat langkah kakinya menuju seorang gadis lain yang sekarang ini sedang menatap dirinya sembari tersenyum, seolah itu adalah sebuah penyambutan atas kedatangannya yang sedikit terlambat. "Ehhh ... Lo mau ke mana?" Ujaran dari gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD