~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"terkadang logika berlawanan dengan hati,logika mengatakan tidak cinta tetapi hati mengatakan cinta.saat logika
bilang benci,hati bilang sayang"
{makhluk bumi}
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Author pov
"kayaknya lo ngak tau apa-apa dan ngak tau berhadapan sama siapa,kalau lo mau tau ketos di sini silahkan lo tanya orang lain kita juga ngak tau"ucap bian pergi dan disusul oleh faroh meninggalkan afra yang masih mencerna maksud dari perkataan bian tadi
"apa maksud perkataan kakak tadi?,apa yang gue ngak tau,trus emangnya gw berhadapan sama siapa? perasaan gue ngak bikin masalah dan siapa ketos di sini?"batin afra bertanya
Afra pun terdiam sambil berdiri di tepi meja,meja yang beberapa saat lalu masih di duduki oleh tiga orang cowok.tetapi setelah peristiwa pelabrakan yang afra lakukan
Ketiga cowok itu pun meninggalkannya,dengan beberapa pertanyaan yang sekarang bersarang di otak afra dan membuat gadis itu berdiri terpaku tanpa pergerakan.hanya otaknya lah yang sibuk bekerja merangkai berbagai peristiwa yang terjadi sejak tadi pagi,tepatnya sejak kejadian di gerbang hingga saat ini
Disa yang melihat afra berdiri diam di samping meja kosong itu,langsung saja menghampiri sahabatnya itu.disa menarik afra keluar dari kantin.bagaimana pun ia berpikir tidak baik jika dirinya dan afra tetap di kantin sedangkan afra sekarang tengah menjadi pusat perhatian serta pergunjingan para siswa mos serta para siswa senior di sma ini
Setelah sampai di tempat yang lumayan sepi,disa tidak tau dimana mereka berada sekarang karena ini adalah kali pertama ia berada di sma ini.sma acies memiliki kemanan yang ketat serta privasi sekolah yang sangat terjaga
Oleh karena itu tidak sembarang orang bisa masuk,hanya siswa dan guru serta pihak-pihak yang berkepentingan lah yang boleh masuk
Kecuali saat ada event sekolah yang biasanya memperbolehkan sekolah lain atau pengunjung masuk dan itu pun tidak terlalu sering.karena sma acies lebih sering di undang oleh sekolah lain dari pada mengundang,se-elit itu yaa (sekolah yang hanya ada di dunia w*****d?)
"fra,lo nggak papa?"tanya disa cemas
"eh? Ngak papa kok dis"jawab afra setelah akhirnya kesadarannya kembali ke dunia nyata
"lo kok main labrak aja sih? Ngapain juga kakel lo labrak,mana anak osis lagi,Lo gila?"ceramah disa
"kagak lah! Kalo gila ngapain juga gue sekolah di sini dan berhasil lulus ujian masuk yang susah nya kayak nyari bulu kaki di kakinya member blackpink,lagian kok lo malah marahin gue sih? Bukannya ngebela gue yang notabe nya sahabat lo malah ngebela tu cowok,itu cowok yang ngasih gue hukuman dis"ujar afra membela diri
"hukuman apa?"tanya disa
"mana gue tau orang dia kagak ngomong"jawab afra
"dia yang nggak ngomong atau lo yang langsung kagak terima dan main kabur gitu aja"ucap disa yang bisa di pastikan sangat tepat sasaran
bagaimana pun disa sangat mengenal afra,semua tabiat afra yang baik ataupun buruk sudah terekam di otak disa (dah kayak kartu memori aja?)
"opsi kedua"ucap afra santai
"lo tu ya"geram disa dengan sikap afra yang kelewat santai
"fra lo itu ngak tau akan berhadapan dengan siapa,kalau lo tau gue pastiin lo bakalan nyesel deh udah nyari gara-gara sama tu orang"batin disa
"udah deh sa,lo kok nyalahin gue terus sih,gue kan nggak salah"ucap afra
"emang lo salah fra,lagian dia itu berhak ngasih lo hukuman"ucap disa
"kenwhy?"tanya afra
Krinkkkkk krinkkkk Krinkkkkk
"udah deh susah mau jelasin ke lo nanti aja,yuk masuk kelas"ajak disa
"ahh males,ngapain juga sih masuk kelas.belum ada pelajaran juga"ujar afra
"lo itu tujuan kesini mau ngapain sih?"tanya disa
"mos"jawab afra singkat
"yaudah ke kelas"ucap disa,lalu segera menyeret afra ke kelas sebelum mereka di amuk anggota osis pembimbing
.
.
.
.
.
.
Kelas 10 mipa 1
Tulisan itu lah yang tertulis di papan kecil samping pintu yang tergantung,afra sedikit mengintip ke dalam ia bisa melihat kelas itu sudah lumayan ramai.sejujurnya ada sedikit keraguan di hatinya karena ada beberapa siswa yang ia lihat di kantin tadi ada di kelas ini juga.
Disa yang melihat afra diam sambil mengintip ke dalam pun langsung mendorong afra masuk,sebenarnya tidak keras tapi karena afra yang tidak siap akan dorongan itu membuat afra terdorong ke depan
"aaaaaaaa"teriak afra
Ia langsung menutup rapat matanya.ia memiliki alasan kenapa menutup matanya yaitu menghindari rasa sakit serta malu yang di pastikan akan lebih dominan
"kok nggak sakit"ucap afra masih dengan mata tertutup
Sungguh aneh ia tidak merasakan rasa sakit,bahkan tubuhnya terasa tidak menyentuh lantai kelas.afra merasa seperti melayang di udara
"berdiri"
Ucapan seseorang menyadarkan pemikiran yang sedang berkecamuk di otak afra,ia seketika membuka matanya dengan sedikit mengerjap beberapa kali.sekarang afra menyadari bahwa ia benar sedang melayang di udara,saat melihat ke samping atau lebih tepatnya ke barisan bangku siswa yang sekarang sudah penuh itu
Nampak beberapa siswa yang sedang berbisik-bisik sambil tetap melihat ke arahnya,disa yang entah sejak kapan sudah berada di dekat papan tulis sambil menatapnya dengan raut wajah susah untuk di mengerti.sepertinya disa sedang memberinya kode entah apapun itu yang penting ia tidak mengerti kode apa yang sedang disa berikan (tanda-tanda manusia kagak peka nih?)
"berdiri"
Ucap seseorang itu kembali terdengar oleh afra,tapi kali ini orang itu berkata sambil sedikit mengoyangkan badan afra yang sejak tadi ia tahan,agar gadis itu tidak jatuh tersungkur ke lantai dan berakhir di tertawakan serta jadi bahan ghibahan satu kelas sampai dua semester.
"eh iya"ucap afra,gadis itu berdiri sambil memperbaiki pakaiannya yang sedikit kusut
Ia belum melihat siapakan malaikat penolong yang telah berhasil menyelamatkan dirinya,agar tidak jadi bahan olokan selama bersekolah di sma ini.bagaimana pun ia masih berdiri di pintu masuk kelas saat itu dan terlihat banyak siswa serta anggota osis sedang berlalu-lalang.
"makas-.......i"ucap afra sedikit terjeda beberapa saat
Ia benar-benar tidak menyangka jika cowok di depannya ini lah yang telah menjadi malaikat penyelamatnya
"kok nih cowok lagi sih"batin afra
.
.
.
.
.
Di sebuah ruangan yang memiliki banyak kurai serta meja dan segala barang-barang pembelajaran lainnya,ruangan yang biasannya ramai dengan siswa itu kini begitu sepi.padahal bel pertanda pulang sekolah baru sekitar 10 menit yang lalu berbunyi,tapi kelas itu begitu cepat kosong entah apa yang membuat para siswa di kelas ini begitu cepat pergi meninggalkan kelas
Sebenarnya kelas ini tidak benar-benar kosong ada satu orang siswa perempuan yang masih duduk diam di kursi paling belakang,nampaknya gadis itu tengah berpikir entah apapun itu.
"apa maksud perkataan kakak tadi?,apa yang gue ngak tau trus emangnya gue berhadapan sama siapa,perasaan gue ngak bikin masalah,siapa ketos di sini? dan siapa sebenarnya cowok yang di panggil kai oleh kakak tadi?"batin afra bertanya"
Disaat afra sedang mencerna apa yang terjadi dan mencoba mencari tau maksud dari perkataan senior nya.
Tiba-tiba...
Drrrrtttt drrrttt
Ponsel afra bergetar menandakan ada panggilan masuk
Mama
"Ngak biasannya mama nelfon jam segini"batin afra heran
Bagaimana tidak mama afra adalah sekretaris di tavisha corp,yaitu perusahaan milik papa nya sendiri,perusahaan besar yang membuat sang papa begitu sibuk dan secara otomatis sang mama juga sama sibuknya dengan papa nya tentunya
"hallo ma,ada apa ma tumben nelfon jam segini"ujar afra
"kamu tu yaa mamanya nelfon malah di bilang tumben gimana sih kamu"ujar farah kesal
"hehe..bukan gitu kan biasannya mama sibuk jam segini makanya afra bilang tumben,kenapa mama nelfon ada perlu?"ujar afra
"terserah kamu aja deh..oya kamu nanti ke kantor yaa pulang sekolah"ujar farah
"hah?ngapain ma??,afra kan mau langsung tidur pulang sekolah"ujra afra
"kamu tu yaa, jangan tidur melulu,kamu mau ketemu sama papa apa ngak?"ujar farah bertanya
"Papa??..papa pulang dari belanda ma??"ujar afra semangat
"kamu tu yaa kalau bahas papa aja langsung semangat,iya papa pulang dari belanda tapi papa ngak pulang ke rumah soalnya besok udh harus pergi ke singapura lagi,jadi nginap di penthouse"ujar farah
Ucapan sang mama berhasil membuat afra yang tadinya semangat 45 langsung kecewa,gimana ngak kecewa dia sudah kangen berat dengan papanya itu,sudah 2 tahun papa nya di belanda mengurus bisnisnya.
Dan akhirnya pulang ke indonesia tapi cuma sehari aja dan besok pergi lagi ke singapura.
"oh..yaudah deh ma,nanti afra ke kantor"ucap afra lesu
"yaudah mama tutup dulu yaa bye sayang"ujar farah
"bye"ucap afra singkat
Setelah percakapannya dengan sang mama afra memutuskan untuk menenangkan diri dan tujuannya adalah rooftop.
Roftoop
Setelah sampai di rooftop afra melihat sekeliling dan perkiraanya tepat,tempat yang paling tepat untuk menenangkan diri adalah di rooftop.
keadaanya sangat sepi mungkin karna sudah jam pulang ataukah memang tidak ada yang berkunjung ke sini,padahal kalau dilihat rooftop di sma acies ini sangat bagus terdapat air mancur kecil.
Bangku taman yang berderet rapi,juga tanaman hias di dalam pot yang diletakan rapi dan indah,juga terdapat beberapa pohon yang berada masing masing di dalam pot melingkar yang di susun rapi.
Afra pun memilih duduk di bangku yang berada di belakang pohon yang lumayan besar ,dengan tatapan kosong.
"apa papa ngak kangen ama gue"ucap afra sendu,tidak menunggu lama akhirnya afra menangis.
"kenapa sih papa selalu sibuk sama bisnisnya,apa bisnis lebih penting dari pada gue,bahkan setelah 2 tahun di belanda akhirnya dia pulang tapi cuma sehari dong,kalo kayak gitu..."afra menjeda ucapannya
"ngak usah pulang aja sekalian"afra berteriak keras dengan tangisan yang masih mengalir deras.tangisan kesedihan dan kerinduan yang sudah lama ia pendam,ia lelah terlihat baik-baik saja di hadapan semua orang.afra yang ceria merupakan topeng dirinya sendiri sejak lama
"Berisik"
Afra kaget dengan suara tersebut,ia pun melihat ke sekeliling tetapi tidak ada siapa siapa di sana,Afra mulai merinding dan panik seketika.
"suara apaan tu?masa di sini ada setan sih ngak mungkin deh kayaknya tapi bisajadi ada juga sih.wahh keren ni gue jadi penasaran kayak gimana hantu di sekolah elit kayak gini,pasti hantu nya pakaiannya bagus-bagus,apa gue cari aja yaa? Kan lumayan kalo dapet setidaknya dapet foto aja bisa di jual bisa kaya mendadak gue,tapi gue kan udah kaya,eh bukan-bukan yang kaya kan orang tua gue,berarti gue miskin dong"ujar afra mulai berpikir ngawur
"maklumin aja pas pembagian otak dia absen jadi yaa gitu"autor
"semerdeka lo aja deh tor"afra
"lah tumben pasrah?"autor
"sama jones harus ngalah kasian"afra
"lo juga jones jubaedah"autor
Back to story
"gue kira gila lo cuma pagi aja,tapi ternyata siang juga yaa"ucap seorang dari atas pohon
Cowok itu pun langsung melompat dari pohon dan berjalan bak model kehilangan catwalk ke arah afra,ia berjalan sambil terus menatap tajam ke arah afra.
Afra yang di tatap nampaknnya belum mengetahui siapa gerangan cowok itu,afra kesulitan mengenali cowok itu pasalnya cowok yang berjarak lumayan jauh dari nya itu mengunakan topi juga hoodie yang menutupi wajahnya dan tentunya membuat susah untuk dikenali
Afra terdiam Bebrapa saat sejujurnya ia masih syok mengingat kejadian beberapa detik yang lalu,ia sangat kagum dengan hal yang baru saja cowok itu lakukan
Pasalnya cowok itu baru saja melompat dari pohon paling tinggi dan pohon itu terletak di roftoop,bayangkan saja di roftoop ini lumayan berangin dan jika angin tiba-tiba kencang maka bisa saja itu cowok berakhir di rumah sakit akibat terbawa angin
Oke,afra mengaku ia sedikit berlebihan dalam berimajinasi,tapi tidak ada yang tidak mungkin kan di dunia ini?
Cowok itu terus berjalan mendekat ke arah afra,setelah berjarak lumayan dekat cowok dengan hoodie hitam itu berhenti,ia membuka tudung kepalanya dan mengangkat sedikit topi putih miliknya lalu melihat ke arah afra
"lo...."ucap afra