Bagian 22

867 Words

Sepanjang perjalanan pulang, Adelle diam saja. Adelle tidak tau ia harus senang atau sedih. Disatu sisi ia senang karena Adrian lebih memilih dirinya dan anaknya ketimbang pergi ke luar negeri meski untuk pendidikannya. Tapi disisi lain ia juga sedih karena Adrian harus mengubur dalam-dalam impiannya dari dulu untuk kuliah di University of Melbourne. "Sayang, kamu kenapa diem terus sih." tanya Adrian. Adelle menoleh lalu tersenyum. "Gak papa. Aku cuma ngantuk aja." Sahutnya. Adrian menghela nafasnya. Ia tahu bahwa Adelle berbohong. Ini pasti karena masalah kuliah itu. Lebih baik Adrian bicarakan ini baik-baik nanti dirumah dari pada sekarang, ia masih dalam keadaan menyetir. Lima belas menit kemudian mereka sampai dirumah. Namun Adelle langsung masuk tanpa menunggu Adrian terlebih d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD