LW - 2

1061 Words

"Terlalu lama bersembunyi membuatku lupa dengan keadaan di Andara, Fredella. Jangan ketus begitu padaku," Sersan Kenan bersedekap. Dia memandang botol kedua air milik Kapten Madava. "Kau tidak ingin bertanya bagaimana aku bisa selamat dari ledakan bunuh diri itu?" Kapten Madava menoleh dari lapangan yang sepi. Kedua matanya menyipit ketika dia mengembuskan napas panjang seraya menggeleng lemah. "Untuk apa? Aku tidak tertarik. Lagipula, jika aku bertanya pun kau akan berbicara dusta. Sembilan puluh sembilan persen cerita yang kau karang untuk membuatku percaya. Tidak." Sersan Kenan mendengus tajam. Dia tiba-tiba bertepuk tangan. Membuat Kapten Madava menatapnya dingin dan kekehan ringan meluncur dari mulut Sersan Kenan yang sedikit membuka. "Terlalu lama bergaul dengan Kapten Davira memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD