Sersan Kenan menahan napasnya menemukan Panglima Sai agak keras mendorongnya. Dia hampir terhuyung jatuh ketika Panglima Sai mengambil salah satu militer itu ke tangannya. "Jangan berlagak kau bisa memikul keduanya," sahut Panglima Sai dingin. Dia membawa salah satu militer ke ambulans. Menemukan Komandan Rei tengah berdiri di antara reruntuhan bersama Letnan Aristide yang berjongkok, memegang belakang kepalanya yang terluka. "Aku akan melihat keadaan Letnan Aristide. Kau, bantulah Komandan Rei." Sersan Kenan menepuk bahu Panglima Sai yang membeku. Dia berlari mendekati Komadan Rei yang menurunkan maskernya. Meringis menatap dua anak buahnya terkapar tak berdaya dan mereka tewas. Kaki mereka terlepas dan tercecer. Panglima Sai membuang muka. Dia menatap Komandan Rei yang mengepalkan tan

