**** Di kantor wajah senyum Keynal mendadak pudar saat matanya melihat ke arah sang Bunda yang baru saja turum dari mobil. Matanya mendadak berkaca - kaca saat kembali teringat pembicaraanya dengan Shani. Kembali dia merasakan rasa sakit yang begitu kental. "Siang bun " sapa nya dengan sopan dan lembut. Bundanya tersenyum pada Keynal. "Siang, kamu udah makan ? " tanya bunda padanya. Keynal mengangguk dengan senyum manis nya. "Udah bun, " jawab nya. Ibunya tersenyum senang. Lalu keduanya berajalan memasuki lift. Selama di dalam lift Keynal terus memandangi ibu nya dengan tatapan gelisah juga tatapan iba nya. Berkali - kali dia harus menengadah kan kepalanya agar air mata nya tidak terjun. "Kamu ngapain ?" Tanya Keynal saat Ibunya hendak memasuki ruangannya. Keynal malah mengikuti nya

