Selipan Bahagia

2407 Words

**** Di kantor wajah senyum Keynal mendadak pudar saat matanya melihat ke arah sang Bunda yang baru saja turum dari mobil. Matanya mendadak berkaca - kaca saat kembali teringat pembicaraanya dengan Shani. Kembali dia merasakan rasa sakit yang begitu kental. "Siang bun " sapa nya dengan sopan dan lembut. Bundanya tersenyum pada Keynal. "Siang, kamu udah makan ? " tanya bunda padanya. Keynal mengangguk dengan senyum manis nya. "Udah bun, " jawab nya. Ibunya tersenyum senang. Lalu keduanya berajalan memasuki lift. Selama di dalam lift Keynal terus memandangi ibu nya dengan tatapan gelisah juga tatapan iba nya. Berkali - kali dia harus menengadah kan kepalanya agar air mata nya tidak terjun. "Kamu ngapain ?" Tanya Keynal saat Ibunya hendak memasuki ruangannya. Keynal malah mengikuti nya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD