Selamat Membaca Zasya telah selesai bernyanyi, air mata tidak terasa telah turun di mata nya. Zasya kembali miris. Ya. Miris dengan kisah cintanya. Zasya turun dari mini stage cafe ini. Lalu mengangkat kepalanya, memaksakan senyum walau sulit. Tiba tiba seseorang datang, memeluk Zasya erat, membuat Zasya seketika kehilangan keseimbangan sesaat "Jangan. Jangan bilang kita tak jodoh. Jangan. Tolong. Aku sudah menahan rindu 3 tahun jangan sampai rindu yang ku tahan sia sia" Zasya menangis, kali ini tangis dengan isakan "Kalo emang jangan, kamu kemana aja 3 tahun? Tega kamu bikin aku kaya orang gila hah?" Baru saja Arjuanda ingin menjawab, tiba tiba kepala Arjuanda terasa sakit. Seperti ada yang menjitaknya. "Arjuanda." Suara tegas nan dingin memenuhi indra pendengaran Arjuanda. Arjuanda
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


