TEMPAT KEMBALI

1142 Words

Hari ini sudah terhitung seminggu semenjak Adelia meninggalkan rumahnya dan Ridwan, semenjak Adelia mengucapkan keinginannya pada Ridwan bahwa ia hanya ingin bercerai saja dari lelaki keras kepala itu, Ridwan tak juga menghubunginya. Adelia pun enggan untuk menghubungi suaminya pula. Seperti nasi yang dibiarkan tetap di dalam kuali yang panas, menjadi bubur. Adelia mengemasi semua barangnya, ia menuruti kata hatinya untuk menghadapi masalah yang sedang ia hadapi. Perkataan saudara kembarnya benar adanya. Entah nanti apa yang terjadi antara dirinya dengan Ridwan, ia sudah siap ini semua kesalahan mereka berdua yang seharusnya ditanggung bersama. Tok…tokkk… Sebuah ketukan menghentikan aktivitas Adelia merapikan barang-barangnya, ia membuka pelan pintunya. semacam dejavu, Adelia berfikir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD