HUKUMAN

1084 Words

MULAI BERANI Seorang perempuan berjalan menyusuri trotoar yang berada di bahu jalan, menenteng sebuah tas bekal yang berisikan menu makan siang untuk suaminya. tidak ada angin tidak ada hujan suaminya memintanya datang ke kantor dengan membawa hidangan makan siang, lelaki itu bilang ia sedang malas untuk pergi keluar. “Bukankah di kantor disediakan makan siang.” Gerutu perempuan itu entah pada siapa, ia kesal begitu Ridwan dengan mudahnya menyuruhnya memasak dan bahkan juga menyuruh mengantarnya ke kantor. Tidak seperti dulu, jika dulu Adelia sangat bersemangat untuk mengantar makanan ke kantor Ridwan, demi bertemu lelaki itu padahal lelaki itu tidak mengharapkan kedatangannya. Adelia sampai di gedung pencakar langit yang begitu tinggi itu. Adelia segera masuk disambut oleh beberapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD