54. Sekali tepuk, dua nyamuk mati

1235 Words

Maura Pov Aku duduk di cafe menunggu kedatangan Rei, biasanya dia selalu menolak untuk bertemu denganku. Kali ini, entah angin apa yang membuatnya ingin bertemu denganku, aku yakin dia ingin bersamaku dan membuang istrinya itu. Aku menunggu sedikit lama, memang Rei telat dan tidak tepat waktu. Tapi bukan sepenuhnya salah Rei, karena aku yang datang terlalu cepat. Aku sangat bahagia dan tidak ingin melewatkan kesempatan ini, semoga saja aku mendapat berita bahagia setelah bertemu Rei. Aku melihat Rei memasuki cafe, dia seperti orang kebingungan mencari seseorang. Aku langsung melambaikan tanganku, dan dia menghampiriku. Aku kaget bukan main dengan apa yang Rei bicarakan, tapi aku mencoba bersikap tenang. Aku tidak menginginkan pertemuan ini untuk membahas tentang Rei yang mabuk malam it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD