Drew bergerak mundur. Memberi Daisy kesempatan untuk bernapas banyak. Aroma pria itu benar-benar mencekiknya. Drew dengan perpaduan maskulinitas jelas bukan hal yang baik bagi kesehatan jantung dan lututnya. "Dengar, aku tidak akan memaksamu untuk menerima ini. Apa lagi membuatmu berlari karena takut." Daisy tertegun. Memandang kotak beludru merah hati yang Drew ulurkan padanya. Itu cincin. Semesta tahu benar kalau itu cincin. Ucapan Drew di depan puluhan orang malam itu benar adanya. "Kau melamarku?" Drew menatap sekeliling dengan pandangan meringis. "Di kamar sempit ini? Kau tidak mau suasana yang lebih romantis? Aku ingin membawamu melihat jam London dan melihat salju di musim dingin. Tapi tidak sekarang." Daisy menahan napas. Menyadari kalau tatapan itu penuh arti dan tekad. Alexa

