17. Skakmat

2497 Words

Aku benar-benar tidak percaya apa yang ku lihat sekarang. "Ikut gue sekarang" Dia menarik tangan ku dengan kasar nya. Aku hanya bisa terdiam. Sebenernya sih banyak yang mau aku tanya dan dia jelaskan. Tapi dia bisa ngamuk kalo banyak tanya. Apalagi terakhir yang masih aku ingat dia lagi marah dan main kabur sembarangan. Ternyata dia menarik ku mengikuti bekas darah di lantai. Baju yang dia pakai sedikit kotor. Ada bercak-bercak darah segar juga di sana. Sepertinya dia habis berantem. Darah di lantai itu habis saat tiba di sudut ruangan. Kalo manjat, pasti masih ada jejak. Lagian anak monyet mana yang masih bisa manjat dengan kaki luka separah itu? "Dasar b**o. Otak lo gapernah dipake ya? Ngerti kan maksud gue?" Aku pun hanya mengangguk pelan padanya. Duh malu banget kayak orang b**o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD