Bab 7 Berikan Aku Waktu Untuk Berpikir

1103 Words
Lauren menyunggingkan senyuman kepada Michael, hanya dengan begini dia bisa bertemu dengan lelaki pujaan hatinya. Sudah sejak lama dia mendambakan Michael untuk menjadi kekasihnya tapi sayangnya cinta yang ada dihatinya bertepuk sebelah tangan. “Aku tidak akan membuat onar kalau kakak mau berkencan denganku,” balas Lauren. “Aku sangat sibuk dan tidak bisa menemanimu untuk bersenang-senang. Ini cocktail untukmu,” ucap Michael, dia pergi setelah memberikan cocktail pada Lauran. Michael duduk di ruangan bos dan menyalakan rokoknya agar pikiran tentang Alexa beralih sejenak. Lagi-lagi Lauren mengganggunya. Dia memeluk Michael dari belakang dan mencoba merayunya. “Aku datang jauh-jauh ke sini tidak untuk kamu acuhkan. Kenapa tidak menemaniku minum?” tanya Lauren. “Pergilah, aku sedang tidak ingin menerima tahu manapun,” balas Michael yang tak suka melihat Lauren ada di kantornya. Michael menyingkirkan tangan Lauren yang melingkar dipundaknya. Dia risih kalau Lauren mendekat dengannya. Dia sangat membenci Lauren karena suka mengganggunya, dia wanita yang licik dan suka mengadu pada kelurganya. Dari pada Lauren dia sangat menyukai Alexa yang apa adanya. Pikirannya selalu terbayang wajah Alexa walau ada Lauren di sampingnya. “Michael, kamu jangan mencoba untuk kabur dariku. Pernikahan kita telah ditentukan oleh para tetua,” ucap Lauren yang tidak senang dengan sikap Michael. “Pernikahan? Aku tidak akan pernah menikah denganmu!” seru Michael. “Apa ada wanita yang kamu sukai Michael? Aku akan membunuhnya karena telah merebutmu dariku!” tegas Lauren. Michael mencekik leher Lauren karena kesal dengan ancaman yang keluar dari mulutnya. Siapa dia memangnya berani mengancamnya. Dia paling tidak suka diancam oleh orang lain seperti Lauren yang sangat jahat ini. “Sakit Michael, lepaskan aku. Aku bisa mati kalau kamu mencekikku seperti ini,” keluh Lauren sambil mencoba melepaskan tangan Michael. Dari wajahnya terlihat kalau dia sangat kesakitan. “Aku peringatkan kamu supaya tidak sembarangan bicara. Aku tidak akan mengampunimu jika sekali lagi mengusik hidupku. Aku menyukai wanita manapun itu bukan urusanmu!” tegas Micharl seraya menghempaskan tubuh Lauren hingga tersungkut ke lantai. Michael mematikan rokoknya di dalam asbak dan meninggalkan Lauren sendirian. Dia sangat kesal hari ini dan memerintahkan Doni untuk mengantar pulang Lauren ke kastil keluarganya. Dia mengendarai mobil menuju tempat tinggal Alexa. Di rumah itu terlihat gelap sepertinya Alexa belum pulang ia segera menuju tempat kerjanya dan ternyata benar Alexa masih berada di toko bunga itu untuk bekerja. “Maaf tuan, toko kami sudah tutup kami hanya merangkai bunga untuk pesanan saja,” ucap Nori. “Aku ingin bertemu Alexa,” jawab Michael singkat. “Alexa sedang bersama bos kami di dalam,” ucap Nori. Tak lama dari obrolan itu Alexa keluar dari dalam ruangan bos bersama Rudi pemilik toko bunga itu. Michael menyipitkan matanya melihat Alexa dan Rudi yang terlihat akrab, tertawa riang bersama membuat hatinya terbakar cemburu. Dia langsung mendekati Alexa lalu menarik tangannya untuk membawa pergi. Tapi Rudi menghalanginya. “Apa yang kamu lakukan, tuan. Apa kamu mau menculik Alexa?” tanya Rudi. “Ini bukan urusanmu. Aku ingin bicara sebentar dengannya!” jawab Michael. “Aku tidak mengijinkanmu membawa Alexa pergi, aku seperti seorang berandal yang suka menyakiti wanita,” cegah Rudi. Michael menindu Rudi tepat di wajahnya. Rudi membalasnya dan terjadi pertikaian antar keduanya. Alexa melerai keduanya dan membawa Michael keluar dari toko bunga tempatnya bekerja. Dia bisa kehilangan pekerjaan jika Michael mengacau seperti ini. “Tuan tolong jangan berbuat onar. Aku bisa dipecat dan tidak punya penghasilan lagi,” ucap Alexa. “Kamu tak usah bekerja lagi. Jadilah kekasihku dan kamu akan bergelimang harta,” balas Michael. Plak! Alexa menampar wajah Michael dengan kasar. Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Michael ini memintanya menjadi kekasih agar tidak usah bekerja lagi. Dia membuatnya malu karena telah menyakiti seseorang yang memberinya pekerjaan. “Apa kamu pikir aku ini w************n yang hanya bisa kamu jadikan simpanan dan akan kamu tinggalkan saat kamu sudah bosan!” seru Alexa. “Maafkan aku Alexa. Jujur aku jatuh cinta padamu,” ucap Michael sambil menggenggam kedua tangan Alexa. Alexa terkejut mendengar pengakuan Michael. Dia hanya seorang lelaki yang ia temui saat mabuk dan menjalani cinta semalam saja. Pertemuan tidak disengaja itu membuat Michael menyatakan cintanya. “Kamu harus minta maaf pada bosku,” pinta Alexa yang tidak enak dengan Rudi. “Aku akan minta maaf padanya. Tapi kamu harus mau menjadi kekasihku,” balas Michael dengan senyuman liciknya. “Berikan aku waktu untuk berpikir, sekarang minta maafkan kepada bosku,” ucap Alexa memohon pada Michael. Michael tersenyum penuh kemenangan lalu dia menggandeng Alexa masuk ke dalam toko bunga dan menemui Rudi. Dia masih menatap tajam Rudi penuh kebencian dia cemburu dengannya karena melihat Alexa keluar dari ruangan dan tersenyum ceria bersamanya. Pikirannya terbayang hal kotor yang mereka lakukan berdua di dalam ruangan itu. “Kak Rudi, aku mohon terimalah permintaan maafku karena membuatmu terluka,” pinta Alexa dengan tulus. “Ini bukan salahmu Alexa. Tapi salah lelaki berandal ini yang membuatku terluka. Kamu kenal lelaki berandal seperti dia ini darimana sih,” ketus Rudi. “Heh, kalau bukan karena Alexa aku tidak akan sudi minta maaf padamu. Aku sangat membencimu karena kamu bisa dekat dengan Alexa sepanjang waktu,” ucap Michael sombong. Mereka saling bertatap muka tapi bisa terlihat tatapan mereka penuh dengan kebencian. Lagi-lagi Alexa harus menengahi perkelahian mereka agar tidak terjadi keributan besar lagi apalagi sampai adu jotos seperti tadi. “Kak Rudi, bagaimana kalau aku ijin pulang dulu. Aku harus menyelesaikan urusanku dengan lelaki ini dulu,” ucap Alexa. “Nori, aku titip bos padamu ya,” imbuh Alexa. “Aku tidak bisa membiarkanmu berdua saja dengan lelaki berandal itu. Aku takut kalau kamu disakiti olehnya,” balas Rudi. Michael mendorong tubuh Rudi karena kesal, dia tidak rela dia mendekat ke arah Alexa yang dia cintai, Rudi terhuyung ke belakang dan ditahan oleh Nori. “Hati-hati bos,” ucap Nori. “Suruh bosmu untuk jaga jarak dengan Alexa,” celetuk Michel. Alexa segera menarik tangan Michael dan membawanya keluar toko bunga. Dia sangat tidak enak dengan bos dan sahabatnya karena Michael datang membuat onar. “Sudah puas kamu membuatku malu di tempat kerja?” keluh Alexa kesal. “Aku melakukan semua ini karena mencintaimu,” jawab Michael. Alexa melengos kesal, sikapnya membuat Michael semakin gemas lalu memaksa mencium Alexa. Alexa mencoba mendorong tubuh Michael karena malu harus melakukan hal tak senonoh di pinggir jalan seperti ini. Orang akan mengira dia adalah w************n yang tidak tahan disentuh oleh pria. “Dasar m***m tidak tahu malu,” dengus Alexa kesal. “Aku m***m hanya padamu saja. Alexa aku akan terus mengejarmu sampai kamu mau menerima cintaku,” ucap Michael serasa membelai wajah Alexa. “Kalau aku tidak mau menerima cintamu bagaimana?” tanya Alexa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD