💕 T i g a 💕

599 Words
Lily Om Mahen Lily mau curhat Aku termenung sambil menatap layar ponselku. Selama sebulan belakangan ini aku menjaga jarak dengan Lily. Membiarkan dia dekat dengan pria lain. Mungkin aku memang tidak pantas bersanding dengannya karena itu aku memilih menjaga jarak. Aku mematikan layar ponsel lalu bergegas pergi ke kantor. Namun, baru dua langkah ponselku kembali berdering. Aku pikir mungkin sekertarisku ingin memberitahukan jadwal meeting hari ini, tapi ternyata Lily yang kembali mengirim pesan. Lily  Om Mahen Lily mau curhat Lily udah izin sama Papa buat pergi sama Om Mahen Ayo Om Aku menghela napas berat lalu menghubungi sekertarisku untuk membatalkan semua meeting hari ini ? Saat ini aku dan Lily sudah berada di salah satu cafe dekat rumahnya. Dia memilih jus mangga dan aku jus alpukat. Kami meminum minuman kami masing-masing sebelum memulai sesi curhat. "Lily enggak nyaman sama Resky," ucap Lily membuka sesi curhatnya. Aku hanya mengangguk, membiarkan dia melanjutkan ucapannya. "Mama sama Tante Ola juga terus mendekatkan Lily dan Resky. Lily enggak suka Om," ucapnya dengan nada sebal. Bibir kecilnya yang merah begitu menggemaskan. Eh, maaf. "Dia enggak kaya Om Mahen. Dia beda. Lily enggak suka, Lily enggak nyaman dekat dia." Aku menahan senyum. Secara tidak sadar dia bilang kalau dia nyaman denganku. Memang sedari dulu hanya aku yang bisa membuatnya nyaman. "Om Mahen selama ini sibuk kerja ya? Sampai enggak pernah lagi main sama Lily." Aku terdiam sebentar lalu mengangguk. "Lagi banyak meeting," ucapku berbohong. "Om Mahen tolong bilangin Resky biar enggak dekat-dekat Lily lagi," ucapLily meminta tolong. Ingin sekali aku melakukan itu, tapi aku sadar diri. "Aku bukan siapa-siapa kamu. Enggak ada hak buat ngelarang dia." Lily mengaduk-aduk jusnya. Wajahnya berubah menjadi murung. "Tapi Lily enggak mau sama dia. Lily mau sama Om Mahen aja," ucapnya sambil terus menatap jus mangganya Aku menatap dia dengan tatapan sendu. "Kamu tahu perasaan aku, Li. Dan kamu enggak merespons apa-apa. Aku udah tua, seharusnya aku udah nikah diumur segini. Aku enggak bisa main-main lagi, kalau kamu minta aku dekat terus sama kamu tanpa sebuah hubungan," aku menarik napas, "aku enggak bisa." Aku tahu Lily adalah gadis yang pintar. Dia pasti ngerti maksud ucapanku. "Teman Lily banyak yang menyatakan perasaan mereka, tapi mereka cuma sekedar ucapan." Dia menatapku dalam. Kami saling bertatapan beberapa saat. Mencoba saling mengerti dalam tatapan ini. "Kalau Om Mahen cuma bisa ngomong doang, apa bedanya sama mereka." Aku mulai mengerti dengan arah pembicaraan dia. Dia sepertinya memintaku untuk berusaha lebih. "Kamu mau aku bertindak, Li?" Dia mengangguk. "Saat pulang nanti. Aku bilang sama Papa dan Mama kamu." Bersambung Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a. Di k********a kalian bisa mendapatkan 1. Satu buku lengkap Cool Girl and Our Wedding 2. Extra Part (1, 2, 3, 4, 5, 6) Extra Part 1 Extra Part 2 Extra Part 3 Extra Part 4 Extra Part 5 3. Bagian Tambahan (Edisi Spesial Lily) Hanya dengan Rp39.000 kalian bisa akses semua partnya. Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya ( Full _ Ebook _ Cool Girl and Our Wedding _ TheDarkNight_) 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka". Sekian, terima kasih. Sampai bertemu di k********a ya .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD