Awalnya aku tidak percaya saat Laila memberitahukan Lily kuliah di luar negeri. Aku berusaha menghubunginya, tetapi nomornya dan seluruh media sosialnya mendadak tidak aktif. Pasti perintah dari Pak Bima, mengingat Lily adalah anak yang penurut.
Aku terus mencari informasi tentang keberadaan Lily, sampai akhirnya aku mendapatkannya. Lily berkuliah di Amerika. Mendapatkan kebenaran itu membuat hatiku seakan remuk. Benar-benar remuk.
Aku tidak bisa mendapatkan Laila dan aku juga tidak bisa mendapat Lily.
Bisa saja aku mencari perempuan lain. Aku sudah mapan dalam segi apapun, tapi hati sudah menentukan keinginannya. Hatiku menginginkan Lily. Dia sumber kebahagiaanku saat ini.
Disaat sumber kebahagiaanku hilang, rasanya aku tidak semangat untuk hidup. Meskipun aku sudah memiliki semuanya, tapi hatiku tetap kosong. Hidupku hampa. Aku butuh cinta.
Seminggu aku tidak masuk kerja. Aku mengalihkan semua pekerjaanku ke sekertarisku. Aku memilih berdiam di rumah, termenung. Mencoba mengobati sendiri hatiku yang telah remuk karena aku tahu betul tidak ada yang bisa mengobati lukaku kalau bukan diriku sendiri. Tidak ada orang yang akan bertanggung jawab, sekalipun dia yang membuat luka.
Di hari berikutnya aku merasa hatiku sudah lebih baik. Aku kembali bekerja dan mengurus perusahaan. Kali ini aku lebih giat bekerja, bukan untuk mencapai keberhasilan yang lebih tinggi. Namun, aku sengaja menyibukkan diriku agar lukaku terlupakan sejenak.
Aku menjadi gila kerja selama kurang lebih enam bulan sebelum akhirnya aku tumbang. Aku masuk rumah sakit karena tubuhku terlalu lelah.
Pada hari ketiga aku di rumah sakit, Laila menjengukku. Dia membawakan aku buah dan juga menasehatiku agar lebih memikirkan kondisi kesehatan. Dia tidak tahu, kalau aku seperti ini karena anaknya.
Laila tidak membicarakan tentang Lily saat dia menjengukku. Dia datang sebagai sahabat yang peduli kepada sahabatnya. Bukan datang sebagai calon mertua yang gagal.
Aku tidak lama di rumah sakit, pada hari keenam aku sudah dibolehkan pulang. Di rumah sakit ataupun di rumah rasanya sama aja, tidak ada pilihan yang lebih menyenangkan.
Hidupku sungguh hampa.
Sepulang dari rumah sakit, aku memilih tidak kembali ke rumahku. Aku ingin menginap di rumah Ibuku. Mungkin dengan adanya keluargaku, lukaku akan cepat pulih.
Sesampainya di sana, ponselku berdering. Kontak Laila terpampang di layar notifikasi. Aku tidak buru-buru membaca pesan itu. Aku melanjutkan langkahku untuk bertemu dan bercengkrama dengan anggota keluargaku sampai malam tiba.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas. Bercengkrama dengan mereka ternyata dapat membuat waktu cepat berlalu. Aku dipaksa untuk tidur oleh Ibu, padahal aku masih ingin mengobrol.
Aku mengikuti perintahnya. Saat sebelum merebahkan diriku di ranjang, aku mengecek ponselku dan membuka pesan yang tadi siang Laila kirimkan.
Lailaaaa
Mahen
Besok kalau
enggak sibuk
Mas Bima mau
ketemu sama kamu
Bersambung
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Satu buku lengkap Cool Girl and Our Wedding
2. Extra Part (1, 2, 3, 4, 5, 6)
Extra Part 1
Extra Part 2
Extra Part 3
Extra Part 4
Extra Part 5
3. Bagian Tambahan (Edisi Spesial Lily)
Hanya dengan Rp39.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya ( Full _ Ebook _ Cool Girl and Our Wedding _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Sekian, terima kasih.
Sampai bertemu di k********a ya .