Elvina menutup mulutnya sendiri, syok luar biasa tatkala melihat mayat lelaki dan perempuan berdampingan. Keadaan keduanya sangat mengenaskan. "Lisa!" Gadis itu berlari memeluk tubuh tidak bernyawa milik Alisa yang berlumuran darah. Mulut Lisa yang mengeluarkan busa berwarna merah kental itu yang mengucur mengotori baju almamater Elvina yang terisak menangisi kepergian sahabatnya. Alvaro merotasikan matanya, memandangi suasana hutan yang gelap dan menyeramkan. Juga sepi yang tak kunjung menghilang. "Benar-benar aneh." *** "Astaga, jalannya khas hantu banget." Marsha meringis, menahan rasa nyeri akan kedua lututnya yang luka disebabkan aksi tersandung tadi. Memaksakan dirinya, ia tetap berjalan tetapi kali ini lebih pelan. Tak apa, yang penting ia tidak akan kehilangan jejak Rey yan

