Chapter 35 (b)

550 Words

"Tolong berhenti menangis, Pak Tua." Rey berkata sembari menatap tajam wajah sang ayah, seolah enggan untuk berakting lebih jauh lagi. Alex dibuat speechless mendengarnya. "Nak," lirih beliau pilu. Rey memalingkan wajah. Dia memilih abai, beranjak pergi kembali ke sisi Marsha, menanti penjelasan keluar dari bibir pria yang dianggap pelaku dari pembunuhan Farah—mamanya. "Hei, Pak! Jangan mengulur-ulur waktu kami, alangkah lebih baik kalau Anda cepat mengatakannya," kata Rey lugas. Marsha mengerjap pelan—merasa iba ketika pria yang merupakan ayah kandung cowok itu tidak diperlakukan semestinya. "Abri, jaga ucapanmu!" Ayolah! Tidak bisakah Rey berbicara sedikit lebih lembut ke Alex? Walaupun punya dendam pribadi, sekurang-kurangnya jangan memperlihatkan itu pada orang lain yang tidak t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD