Kini mereka semua berada dalam mobil. Celotehan Gaia menjadi suasana ramai. Sedangkan Dara hanya diam, bagaimana bisa ikut berbincang jika ia saja hanya seorang tunawicara kadang rasa sedih hinggap dihati. "Ayoo kita happy-happy," pekik Gaia membuat Arka menoleh dan menatapnya sekilas. "Hehehe ... maaf, Pah. Habisnya kegirangan sih aku," ucap Gaia menyeringai dan membuat Arka mengembuskan napas kasar. "Pelankan suaramu, kasihan, nanti adikmu kaget lho," nasehat Arka yang dibalas anggukan semangat Gaia. "Oh iya, Ra! Kamu pake dong handphone yang aku beliin. Masa gak pernah dipake sih," gerutu Mona memandang kesal ke arah Dara yang menggaruk kepalanya. (Nanti aku pake, kok.) Dara menyodorkan tulisannya pada sang teman. Membuat Mona yang membaca deretan kata itu mengembuskan mata da

