Cheryl

1615 Words

Sesuai rencana, hari ini Mas Arif pergi menjemput Mbak Titin. Selagi libur katanya karena mulai lusa, ia ditargetkan bekerja lembur seharian. Jadi, hari ini disempatkan untuk membantu pengobatan Fany. Sambil menunggu, aku menelepon Bi Inem melalui video call w******p. Sederhana, ingin melihat keadaan Fany saja. Semalam Bi Inem sempat chat. Fany kejang-kejang lagi dan demam tinggi. Sudah diberi minum paracetamol, tapi panasnya baru turun di pukul tiga dini hari. Ketika kamera menyoroti gadis malang itu, tampak ia sedang berbaring sambil memejamkan mata. Kulitnya ruam, bintik-bintik merah yang gatal katanya. Panas seperti cacar air. Aku pun meminta Bi Inem mencarikan daun kemangi dan menggosokkan daun itu di tempat yang gatal. Luka-lukanya saja belum sembuh betul. Bi Inem sampai member

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD