Tidak peduli sebanyak apapun kalian menyakitiku aku tetap menyayangi kalian dan aku juga minta maaf karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk kalian. Makasih untuk semuanya kak Gavril, bunda, ayah, kak Airyn, Azkil, mama, papa, om Alex, tante Vania. Alana. Mereka membaca secara bergantian secarik kertas yang dititipkan oleh Alana ke asisten rumah tangga itu. Mereka semua menatap nanar wajah Alana yang terbaring kaku di atas ranjang kecil itu. Winata sesosok pria yang tidak pernah peduli dengan Alana kini merasa terenyuh membaca surat itu. Seharusnya Alana membenci Winata karena begitu banyak kesakitan yang ia dapat akibat ulah ayah tirinya tersebut. Kenapa kamu tidak membenci saya Alana? Sebab begitu banyak luka yang saya torehkan untukmu. "Maaf," ujar Winata yang membuat semua

