Bab 27

1296 Words

Keadaan Gavril masih belum ada perkembangan, matanya masih tertutup rapat tidak ada tanda-tada ia sadar. Berandai pun percuma karena ini sudah terjadi. Orang-orang yang menyayanginya hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Gavril tapi tetap Allah yang punya kuasa penuh. "Aku rindu kamu kak," bisik Alana tepat di telinga Gavril berharap ia mendengarnya dan langsung bangun. "Jika Tuhan mengambilmu, bohong kalau aku bilang ikhlas tapi aku tidak punya kuasa untuk melawan takdir," Alana menghapus air mata yang sedari tadi membasahi pipinya. Entah kenapa Alana bisa begitu mencintai Gavril, padahal pria ini sudah banyak menyakitinya dan tak ada terbersitpun sedikit saja rasa kebencian di hatinya. Itulah namanya cinta, tidak peduli sebeberapapun banyak ia menyakiti kita, kita tidak akan pernah bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD