Bab 23

1114 Words

"Sial cuma mimpi ternyata!" Gavril bangkit dari tempat tidurnya lalu membuka jendela kamar hotel yang menampakkan keindahan malam kota sidney. Gavril menghembuskan napas berkali-kali mengingat kejadian romantis yang dia alami tadi ternyata hanya bunga tidur.. Pikirannya menerawang ke masa lalu di mana dirinya masih dekat dengan Alana sebelum Airyn masuk ke dalam hidupnya. "Kak Gavril tampan, aku suka!" ujar polos Alana yang waktu itu masih duduk di bangku kelas 10. Gavril yang lebih tua 9 tahun dari Alana itu hanya menganggap Jika perkataan Alana bukan suka dalam artian cinta tapi suka sebatas mengagumi karena dulu pun Gavril juga mengagumi Alana yang baik, Alana yang cantik dan Alana yang memiliki mata indah. "Kak, Alana cinta sama kakak!" Saski terus meyakinkan Gavril tentang peras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD