Black Market

751 Words
"Apa? Apa kau salah bawa? Majalah? Sejak kapan kau membawakanku majalah? Terlebih fashion. "Ucap Devano datar menyembunyikan frustasinya. "Devano, itu majalah ada aku disini. Kau tau, kemarin aku menjadi salah satu model Disaigner Asia. Gaunnya sangat Indah dan lembut, kainnya halus dan nyaman-" "Apa kau ingin aku membelikannya gaun, An?!" Potong Devano dengan suara naik satu oktaf. "Tidak, aku hanya ingin bilang. Rezita Serena Athala, desaigner asal Indonesia berumur 25 tahun dan berkuliah di UI. Kemarin ia meyelenggarakan fashion show untuk mengenalkan karya -karya terbaiknya. Ia sudah merebakkan butiknya ke mancanegara hingga kesini. Cukup mengagumkan untuk seorang gadis muda sudah sukses diumur 25 tahun."Devano mendengar hal itu menyerigai dan mengangguk. Ia kembali meraih majalah itu dari gadis didepannya yang tengah menatapnya heran. "I got you. Rekrut dia, dan tolong bawa sampah ini keluar." lirik Devano manatap kearah gadis yang sudah melongo.Anthonio mengangguk dan membawa gadis yang dandanannya sedikit menor, juga pakaiannya yang kurang bahan. Lain tempat dengan Athala yang tengah mengumpat frustasi di Jalanan. Ia tersasar hingga masuk gang-gang kecil hingga besar. Niat mencari pasar gelap, eh malah kesasar. Athala melihat pertokoan cukup ramai mirip dengan pasar loakan yang ada di Indonesia fikirnya. Athala menuju kesalah satu pertokoan besar. penampilannya yang cepol asal-asalan, memakai kacamata bulat besar karena tidak ingin ketergantungan softlens malah membuatnya menjadi pusat perhatian. "Yah, alamat salah kostum. "Batin Athala menunduk. "Hai, ada yang bisa dibantu nona? "Tanya lembut dan tebar pesona dilemparkan pria berumur 30-an tapi masih terlihat ketampanannya. Athala mengedarkan pandangannya ke setiap arah hingga pandangannya tertuju pada sebuah karung. Ia menyerigai dan kembali menatap orang yang menanyainya. "Apa anda pemilik toko ini? "Tanya Athala ramah. Sedangkan orang tadi mengangguk ragu, ia mencurigai Athala sebagai anggota FBI karena, bagaimana mungkin ada seseorang dengan penampilannya yang nerd seperti ini? "Apa kau agen kepolisian? "Tanya orang itu hati-hati. Athala membolakan matanya sambil menggeleng. "Aku pelanggan, aku membutuhkan sesuatu disini. Namaku Serena, ingat. SERENA, mungkin aku akan jadi pelanggan setiamu. " "Namaku Jack, Apa yang kau butuhkan nona Serena? "Tanya heran Jack. "Aku butuh 150 megakilo TNT, titrium-ditrium, dan 5 panel anti nuklir. "Ucap Athala ceplas -ceplos dan terang-terangan hingga membuat orang yang ada disekitarnya menatap heran. Apa barusan wanita culun ini membeli bahan pembuat bom? Jack yang kelabakan segera menyiapkan pesanan pelanggan barunya itu. "Apa kau akan membuat bom nona? "Tanya Jack terus terang. "Hm, kurasa lebih tepatnya peledak. Aku menggunakan bahan dengan takaran kilo, bukan Ton. Berapa semuanya? " "Kita saling kerja sama, kau beri aku hasil karyamu. Atau kita anggap oleh-oleh, dan aku akan menyediakan apapun untuk itu. "Athala menyerigai dan berjabat tangan dengan Jack. Sedari tadi Athala selalu menjadi bahan sorotan. Gadis kecil, nerd membuat peledak? Salah satu dari mereka menghampiri Athala yang tengah berjalan melihat toko Jack, "Hallo lady? "Sapa seseorang berbadan tegap. Athala memandangnya sekilas lalu berbalik kearah plat-plat besi dan alumunium. "Apa aku mengenalmu? Wajahmu tidak asing tuan. "Ucap Athala datar. "Perkenalkan, namaku Anthonio. Kaki tangan mr. Devano. Kebetulan sekali anda berada disini. "Athala yang kebingungan langsung memutar tubuhnya menghadap laki-laki tersebut. "Oh... Benar saja. Ada apa? " "Mr. Devano tadi sempat melihat wajah anda di majalah. Ia tertarik dengan kinerja anda sebagai desaigner muda dan bertalenta. Untuk itu, mr. Devano ingin mengajak anda bergabung di perusahaannya. "Athala memutar kedua bola matanya jengah. Masalah ini lagi, oh gosh! Belum sempat menjawab, Jack datang dan menepuk Anthonio akrab. "Halo, An. Ada yang bisa ku bantu? " "Awalnya aku ingin menjual ginjal, hati, dan kornea mata padamu. Tapi melihat ada gadis cantik disini, aku berniat merekrutnya. "Athala yang mendengar kata ginjal, hati dan lainnya merasa jijik. Apa Anthonio ini akan menjual organ tubuh pada Jack? "Oh, kau beruntung sekali Serena. Kau direkrut ketua klan mafia terbesar di Paris. "Tinju lengan gaya sok akrab yang dilakukan Jack padanya. "Hah? Bos mafia? "Tanya Athala terkejut bukan main. Sedangkan Anthonio tengah melotot pada Jack karena telah membongkar rahasia bosnya. "Ekhem, tenang saja. Bosku merekrutmu atas nama mr. Devano, pemilik perusahaan DLD corp. Bukan mr. Lux sebagai bos mafia yang membunuh orang. "Ucap Anthonio hati-hati. Entah fikirannya sudah melayang kemana-mana, bagaimana kalau gadis ini membongkar? Bunuh saja. Tapi, bosnya nampak tertarik dengan gadis ini. Sedang fikiran Athala yang bekerja keras, “Jadi pria congkak itu bos mafia? Oh great! Aku memberinya kesan yang buruk. "Batin Athala frustasi. "Panggil saja Serena, aku mau asalkan aku juga menjadi rekrutan mr. Lux. "Ucap Athala mantab yang malah membuat Anthonio menganga tak percaya. Sungguh gadis didepannya ini aneh. "Baikhlah, bisa kita bicarakan lebih dalam lagi? "Ajak Anthonio pada Athala dan diangguki setuju.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD