Whats Wrong With Thala?

672 Words
"Begini, kita buat pembunuhan yang lumayan sadis. Namun kita juga meninggalkan bekas yang tak dapat ditebak. Kita akan buat cerita kalau kau sedang terancam oleh seseorang. Kau menelfon orang terdekatmu Malam ini dengan nada kecemasan. Lalu kau memberitahu posisimu yang sedang bertemu dengan penerormu. Kau juga berpesan untuk tidak melibatkan polisi agar keluargamu aman. "Athala tersenyum penuh arti mendengar arahan dari Anthonio. "Kau sudah dapatkan korbannya? "Tanya Athala yang diangguki D. Evil. "Si korban akan di siksa terlebih dahulu. Lalu wajahnya diremukkan, Setelah itu dibakar hingga gosong. "Tutur D. Evil menyeringai. Athala yang mendengar hal tersebut bergidik ngeri. "Berapa bayarannya? "Tanya Athala pada keduanya. "Anthonio sudah bercerita padaku, kalau wanita nerd dihadapanku ini adalah gadis yang tengah jadi incaran semua orang dibelahan dunia. Apa aku boleh mendapat salah satu sampelnya nona Serena? "Athala tersenyum menyeringai tak kalah sadisnya. Ia mengeluarkan sampel dollar lainnya pada rekan Anthonio yang kini memandang tak percaya. "Ambillah, yang aku butuhkan hanya sampel 100 dollar. "Ucap Athala bagai membuang sampah. "Senang bekerja sama denganmu nona. "Athala hanya mengangguk dan bersepakat dengan keduanya. Kini Anthonio yang termenung memikirkan nasibnya yang akan berbohong pada Devano. Lain halnya dengan Athala yang sudah kembali ke Mansionnya dengan rambut bobnya. "Fa, udah kemasnya? "Tanya Athala dibalik pintu hingga membuat orang yang dipanggilnya terkejut dan menjatuhkan pakaiannya yang akan dibawa pergi. "Ya... Penerbangannya Malam nanti jam 7." Athala mengangguk dan memulai aksinya. "Fa, gue masih mau ketemu rekan bisnis gue di hotel dekat pusat kota. Ada hal yang harus gue selesaikan. "Ucap Athala lesu. "Sebenarnya lo lagi ada masalah ya? Cerita kek ke gue kan gue juga sahabat lo. "Athala hanya tersenyum dan menggeleng sambil menepuk punggung temannya. "Jagain orang tua gue ya, gue titip ya kalo semisal gue belum bisa balik ke Indonesia. "Ucap Athala segera pergi. Ia menyeringai meninggalkan Fafa yang terdiam. "Ini, gue kok punya firasat yang aneh ya? "Benak Fafa sambil meremas dadanya. "Gue emang sengaja buat firasat buat lo. "Batin Athala. Malam ini tepat pukul 7 malam. Athala sudah bersiap untuk aksi besarnya. Ia melihat Fafa yang juga keluar membawa kopernya. "Udah mau berangkat? " "Eh, iya Thal. Lo serius udah jual Mansion ini? " "Udah, gue udah pindah tangan sama seseorang. Semuanya." "Siapa? "Tanya Fafa penasaran serta keterkejutannya yang luar biasa. "Gue gak kenal. Yaudah hati-hati ya, gue juga mau keluar. " Fafa segera keluar dan menaiki taksi yang dipesannya untuk pergi ke Nandara. Sedangkan Athala yang tersenyum melihat kepergian temannya. Athala yang membawa Koenigsegg menuju hotel dipusat kota dan menuju kamar yang ditentukan bersama Anthonio dan temannya. Athala yang memasuki kamar tersebut disambut oleh Anthonio dan rekannya serta seorang gadis yang terkapar sekarat diranjang. Athala segera menutup pintu kamarnya dan menelisik wajah gadis yang sekarat itu. Ia bergidik melihat kondisinya. Gadis yang tengah sekarat itu mengerjapkan matanya dan menelisik sekitarnya. Athala sangat yakin gadis itu ingin teriak dan berontak, namun mulutnya yang robek hingga telinga serta tangan kanannya yang hampir putus. "Halangi penglihatanku dari gadis ini, aku sedikit tak suka. "Ucap Athala pada D. Evil yang diangguki patuh dan membungkus badan gadis itu dengan selimut hotel. "Serena, waktumu beraksi. "Ucap Anthonio yang membuat Athala terdiam sebentar.Ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan ponselnya. "Bisakah kalian diam dan jangan mengganggu konsentrasiku, atau semua ini akan sia-sia. "Ucap Athala menatap tajam Anthonio dan temannya hingga membuat keduanya patuh. "Halo"ucap wanita diseberang telfon. "Bu, maafin Athala ya." ucap berat Athala yang membuat kedua pria dihadapannya melongo tak percaya dan membuat keduanya saling bertatap muka. "Benar-benar aktris. Sungguh tak ku percaya. "Batin Anthonio. "Wanita ini memang dari awal aneh, hingga membuatku mati penasaran. "Benak D. Evil. "Kamu kenapa, Thal? Ada apa? "Ucap ibu Athala cemas. "Bu, hiks jangan potong bicaraku. Aku tidak punya banyak waktu bu. Bu, jangan sedih kalau aku pergi, jangan menyesal. Jaga kesehatan kalian. Aku minta permintaan yang terakhirrrr... Saja. Tolong izinkan aku istirahat dengan tenang. Jangan libatkan polisi, aku mohon... Aku sayang kalian. "Suara Athala penuh isakan berat dan keresahan hingga membuat orang yang mendengar kebingungan. Terlebih ibunya yang sedang mencerna setiap ucapan putrinya yang seakan menyayat hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD