"Kita akan mencuri sampel dollar. "Ucap Athala berseri-seri, sedangkan Anthonio tengah megap-megap tak karuan. WTH? Gadis ini gila?
"Ka-kau serius? Kau tidak sedang bercanda kan? Sampel dollar? Itu sangat berbahaya. "
"Kau mau apa tidak? "
Anthonio hanya mengangguk pelan dan membuat Athala kegirangan. Ia sudah mempersiapkan dengan matang semuanya sejak awal. Ia tak menyangka akan melakukan hal ini.
"Baikhlah, temui aku Malam ini, apa kau punya jet sejenisnya? "Anthonio sekali lagi mengangguk. Entah kenapa kewarasannya hilang sejak bertemu dengan gadis tak wajar ini. Athala meninggalkan ruangan Anthonio dan bersiap untuk show timenya.
Athala tengah berada di toko Jack dan sedikit berbincang dengannya,"Jack, kau sudah dapatkan bahan peledaknya? "
"Ya, nona. Kapan kau akan menggunakannya? Aku sudah menyiapkan ruang khususnya. "Athala hanya mengangguk dan membetulkan kacamata besarnya yang membuat orang-orang disekitarnya menatap aneh.
"Hmm, akan aku bawa kalau aku sudah punya mood. Dan segera carikan aku biji besi itu, dan juga apa kau punya racun? "Jack membelalak matanya bingung. Sebenarnya gadis ini mau apa?
"Nona, ada beberapa jenis racun didunia dan aku punya stoknya. Kau perlu cair, padat, atau gas? "
"Aku ingin aromaterapi, bunga. Ya sejenis bunga paling mematikan didunia. Aku ingin membelinya. "Jack menyeringai dan mengambil sesuatu di jajaran rak kunonya dan menyerahkan pada Athala.
"Sebenarnya kau mau apa nona?"
"Menggemparkan dunia. "Jawab Athala singkat, jelas, dan padat. Jack hanya menyerngitkan keningnya dan ingin mengajukan pertanyaan namun Athala mengangkat kedua tangannya dan segera pergi.
Athala sedang tidak punya banyak waktu hari ini. Ia segera bergegas ke salon untuk membuat penyamarannya lalu kembali kerumahnya. Disana Fafa yang sudah menyiapkan makan siangnya dikagetkan dengan suara langkah kaki Athala yang seakan tergesa-gesa, belum lagi kepalanya yang ia tundukkan sedari tadi dan menutupnya dengan hoodie.
"Thal, makannya sudah-"
"Hmm, nanti aja. Gue sibuk. Jangan ganggu gue atau gue kirim lo ke Indonesia. "Jawab Athala sadis ditelinga Fafa.
Dikamarnya sendiri, Athala mengunci pintu kamarnya rapat-rapat dan memgetuk lakinya tiga kali tepat diubin marmer melingkar. Seketika terbukalah ruang rahasia dibawah tanah yang sudah didesain khusus oleh Athala. Bahkan arsitek yang membuat ruangan khususnya itu sudah ia beri suntikan penghilang ingatan agar nantinya rahasia dia benar-benar terkunci rapat.
Athala menuruni ruangan yang cukup luas dengan beberapa kaca-kaca anti peluru berisikan senjata hasil karyanya selama ini. Selain senjata siap pakai, nampak laptop dan desain baju yang masih mangkrak di meja bundar.
Athala berdiri menatap pintu kaca yang berisi gagang pedang dan jaket levis. Sebelum berangkat menuju Mansion Anthonio, Athala sudah membawa perbekalannya tadi serta 2 masker hitam, racun yang dibelinya ditoko Jack, dan kacamata kesayangannya.
Ia menatap dirinya dicermin kaca sambil tersenyum girang. Athala yang dulu sudah muncul kepermukaan. Raut wajah gembira tanpa kedinginan dan kesan menyeramkan telah lenyap tergantikan senyum ceria.
"Kita akan bersenang-senang... "
Athala yang sudah berdiri didepan Mansion Anthonio tepat pukul 10 malam. Ia mengendap-endap dirumahnya sendiri, agar tidak ketahuan Fafa yang sedang tertidur. Anthonio yang sudah lengkap dengan pakaian serba hitamnya dan pistol andalannya kini hanya bisa terdiam bego.
Pasalnya, dihadapan Anthonio sudah ada gadis cantik yang penampilannya cukup nyentrik jika dibilang seorang penjahat. Bagaimana tidak? Celana hitam, kaos hitam dan jaket levis. Belum lagi kepangan rambut mirip Anna diserial Frozen dengan warna rambut Anna yang kecoklatan namun didua sulurnya terdapat warna putih. Lain dengan Athala yang sedang mengepang kedua rambut semir pirang barunya dan sebagian sulurnya yang diwarna putih. Belum lagi kacamata besar yang menempel serta masker hitam yang melekat.
"Kau siapa? "Tanya Anthonio bingung.
"Ck, ini aku Serena. Bukan. Tapi hari ini aku adalah D lady. "Ucap Athala membuka masker yang seketika membuat Anthonio menganga.
"Kau? Berpakaian seperti ini? "
"Ck, tidak usah banyak tanya, waktu adalah segalanya. "Anthonio menuruti Athala dan segera menuju taman belakangnya untuk naik helikopter.
"Pakailah ini. "Ucap Athala sambil menyodorkan masker ketika sudah duduk bersanding dengan Anthonio.
"Untuk apa? "Pasang raut heran Anthonio.
"Ck, untuk keselamatanmu. Kita akan pergi lewat jalur belakang. Aku akan melumpuhkan penjaga dengan racun aromaterapi. Dan jangan sampai kau menghirupnya. "Anthonio yang sudah paham mulai menganggukkan kepala.
Athala menggunakan waktunya untuk mengotak-atik handphonenya sesekali menyerngitkan keningnya, "Kapan kita akan sampai? "Ucap Athala sedikit riang setelah ia menutup ponselnya.