"Saya pemilik Mansion ini. Jadi jangan halangi saya, atau kamu saya pecat. "Ucap Athala dengan tegas namun malah diejek satpam itu. Athala yang lelah dan tidak berniat untuk membuat cacat karyawan tololnya ini hanya bisa diam menghela nafas berat.
“FAFAAAAA! LO BUKAIN GAK GERBANGNYA, ATAU GUE BAKAR RUMAH GUE. "teriak Athala memanggil seseorang yang juga menghuni Mannsionnya. Soal membakar, ia hanya berbohong. Mana mungkin ia akan membakar uang sebanyak 650Milyar itu. Itu uang hasil keringatnya, bukan daun.
Nampak gadis yang keluar dari pintu rumahnya dengan tergesa-gesa. Gadis manis berwajah Asia yang tengah mengenakan pakaian santai itu berlari dan berteriak.
"ATHALA..... gue kangen banget...."Teriak gadis bernama Fafa itu sambil merentangkan kedua tangannya. Penjaga Mansion itu hanya bisa cengo tak paham dengan bahasa nona mudanya. Lain dengan, Athala yang sudah menerima pelukan hangat temannya dan mulai meminta penjelasan.
"Gih, jelasin. Gue capek banget. "
"Oh, oke. Mr. Smith, perkenalkan dia Miss. Athala pemilik Mansion ini. Saya hanya ditugaskan miss. Athala untuk menjaga dan merawat Mansion ini selagi dia berada di Indonesia. "Penjaga bernama Smith tersebut mengangguk paham.
"Wih, jago banget lo bahasa Perancis. "Ucap Athala sambil berjalan memasuki rumahnya. Ia berdecak kagum melihat arsitekturnya. Maron, warna yang mendominasi seluruh ruangan miliknya.
"Kamar lo ada di lantai atas, kalo ada perlu. Panggil aja. Kamar gue ada di samping dapur. "Athala mengangguk dam mulai berjalan keatas tangga. Seakan remuk tulang dan ruas-ruas jarinya. Ia merebahkan tubuhnya di Queen size. Matanya mulai terpejam melepaskan kepenatannya tanpa sadar sudah tertidur 2 jam lamanya.
"ATHALAAAA.... bangun kebo! Waktunya makan.... Lo belum makan kan?! "Gedor Fafa sambil berteriak melengking.
"SEMFUCK! lo gedor lagi, gue bunuh lo! "Ucap Athala meninggi dengan wajah yang super mengerikan menurut Fafa. Wajah putih dengan mata memerah serta rambut berantakan menatapnya nyalang.
"E.. Eh, gue sebagai teman yang baik dan perhatian. Lo belum makan, jadi gue ingetin. "
"Hmmm. Yaudah, nanti gue makan. "Tutup keras Athala lalu masuk kembali kekamarnya.
Fafa hanya mengelus dadanya, Athala yang dikenalnya dulu sangat berbeda dari hari ini. Dulu, dia memang ketus. Tapi sikap humoris dan ramah tamahnya membuat Fafa merindukan sosok sahabatnya. Kemana Athala itu? Apa yang ia lewatkan?
Athala tengah memandang Balkon kamarnya setelah menyelesaikan ritual mandi. Nampak dering telfon memecah lamunannya.
"Halo, nak. Gimana? Udah sampai Paris? "Ucap ibu Athala disebrang telfon.
"Athala sudah sampai bu. "
"Sudah makan? Kapan kamu pulang? "
"Hmm, aku gak tau kapan pulangnya. Yang pasti setelah semua urusanku selesai, aku akan pulang dan membawakan oleh-oleh. "
"Yasudah kalau begitu, hati-hati dan jaga kesehatan. Jangan sampai kelelahan. Ibu tutup dulu telfonnya ya? "
"Hmmm. "Sambungan terputus, membuat Athala menarik nafas dalam-dalam. Belum sampai Handphonenya mati, nampak panggilan datang.
"Hm? "
"Thal, gimana kuliah lo? Lo izin berapa hari? "Tanya salah satu mahasiswa satu jurusan dengannya.
"Gue gak tau, gue lagi sibuk. "Putus Athala sepihak. Lain dengan panggilan yang baru datang kali ini. Ia geram menatap layar handphonenya.
"Ya? "
"Miss. Athala, anda besok akan mengadakan fashion show pukul 7 malam. Apa anda sudah menyiapkan modelnya? "Tanya seseorang dengan bahasa Perancis.
"Belum, Mr. Edward. Apa saya bisa meminta bantuan anda kali ini? Cukup 3 orang profesional saja. "
"Baikhlah miss, senang bekerja sama dengan anda. "
"Tentu. "Barulah mati, tidak ada panggilan lagi. Athala menghembuskan nafas lega. Sore ini ia akan pergi ke pusat perbelanjaan membeli keperluannya. Ia sudah bertekad bulat dengan jalan hidupnya kali ini.
Bicara tentang telfon, Athala selalu menjawab panggilan semua orang dengan singkat. 30 menit, apabila ada seseorang yang bisa mempertahankan waktu itu dalam menelponnya, patut diacungi jempol. Athala yang sudah keluar dari kamarnya dan menemui Fafa di Taman belakang rumahnya.
"Apa kegiatanmu selama ini hanya memandang race carku, Fa? "Mendengar ada yang mengajaknnya berbicara, membuat Fafa terkejut bukan main.
"Mobil lo bagus banget, gagah -gagah. Coba gue bisa naik mobil."
"Tentu bisa, lo temenin gue yuk ke Mall. Gue gak pernah kesini, jadi takut nyasar. "