BAB 44 Hubungan tanpa kepercayaan sama halnya seperti minyak dan air, tidak akan pernah menyatu. ΔΔΔ Ketika cahaya matahari menerobos masuk melalui celah gorden, seorang pria yang sedang tertidur sangat pulas masih dengan stelan jas-nya menautkan alisnya hingga terlihat juga beberapa kerutan pada dahinya. Setelah mengerjap beberapa saat, dia lantas bangun dari posisinya. Dia terkejut ketika melihat ruangan yang tak asing lagi baginya itu, dan ditambah pemandangan yang tak kalah mengejutkan, kedua temannya juga berada di sana masih dengan stelan jas mereka masing-masing. Kenan memijat pelipisnya, kepalanya masih terasa sakit sekali membuatnya terpaksa merebahkan badannya kembali. Kemudian menghembuskan napas, mencoba mengingat kejadian semalam. Namun, nihil. Dia hanya mengingat obrolan

