BAB 35 Tak perlu kamu berjalan di depanku, atau mungkin berjalan di belakangku. Tetapi, berjalanlah di sampingku. ΔΔΔ Arion mengusap puncak kepala Kaila yang saat ini tengah berbaring lemah di atas brankar rumah sakit. Mata wanita itu terlihat membengkak, dan bibirnya juga memucat. Arion mengecup punggung tangan Kaila yang sudah terpasang jarum infus sejak beberapa jam yang lalu. Tadi pagi, sehabis sarapan Kaila terpeleset di halaman belakang ketika ingin menjemur cuciannya. Teriakan keras dari Kaila membuat Arion dan juga bunda Anaya yang berada di ruang keluarga segera mendatanginya. Keduanya sama-sama terkejut, terlebih lagi ketika melihat darah segar mengalir dari pangkal paha Kaila. Pikiran negatif seketika memenuhi kepala Arion. Tidak banyak berpikir, Arion langsung mengangkat

