Disisi Lain

644 Words
Seorang laki-laki sedang berkutat dengan kertas-kertas di depan komputernya, sudah sampai menyipitkan mata karena mungkin terlalu lama berada di depan layar komputer yang begitu terang cahayanya, tiba-tiba ada ketukan pintu dari luar ruangan kantor lelaki itu. Tok.. Tok.. Tok.. "Permisi pak saya Maya, mau ngantar minuman untuk bapak...", kata gadis itu langsung masuk dengan rambut panjang terurai dan rok yang sangat pendek. Ternyata dia adalah staff Andra, ya laki-laki itu adalah Andra yang sekarang bekerja sebagai manager di perusahaan ayahnya sendiri, bagaimana tidak Andra sangat digilai oleh wanita di kantornya, karena Andra tumbuh menjadi lelaki yang tampan dan penuh kharisma, dulu kulitnya hitam sekarang sangat putih dan bersih dengan perawakan gagah dan juga sangat tampan. Namun Andra tidak pernah memperdulikan wanita-wanita dikantornya yang tak jarang menggodanya untuk menjadikan mereka pacarnya. Karena Andra memiliki pacar yang bernama Shanny yang saat ini berada diluar negeri, tetapi hubungan mereka tidak ada kejelasan setelah Shanny melanjutkan studinya diluar negeri, dan hubungan mereka pun tak diketahui oleh orang tua Andra. Ya... orang tua Andra hanya tau bahwa anaknya belum memiliki pasangan. "Masuk." Kata Andra sedikit ketus dengan wanita itu. "Ehem.. bapak lembur lagi malam ini ya pak, maka dari itu pak saya buatkan kopi spesial untuk bapak..." sambil mendekatkan wajahnya ke Andra. "Dasar kamu tidak sopan kepada atasan ya!!, sudah taruh saja disana dan tolong jangan ganggu saya."Jawab Andra yang kesal kepada sekretarisnya itu. "Baik pak... Baik..  Pak..  tapi diminum ya kopinya biar makin melek tu mata bapak... hihihi ", sambil mengetikkan matanya dan keluar dari ruangan Andra. Andra pun hanya mengdengus kesal, dan melanjutkan pekerjaannya, jam masih menunjukkan 19.35 tetapi rasanya Andra sangat lelah karena malam sebelumnya dia hanya tidur 2 jam, itu semua karena banyak proyek baru yang harus diselesaikan. Andra pun meminum kopi yang dibuatkan sekretarisnya, agar dapat menghilangkan rasa kantuk yang menyerangnya. Setelah lima belas menit kemudian dia merasa pusing dan entah mengapa seluruh badannya terasa panas dan dia sangat ingin membuka bajunya. Di saat perasaannya semakin tidak menentu Andra memutuskan untuk pulang, karena dia berpikir bahwa ada rencana sekertaris yang mungkin bisa menjerumuskannya. "Aduh.. kopi ini pasti ada campurannya, hingga membuatku merasakan hal seperti ini". Kata Andra yang terlanjur telah meminum kopi itu. Saat Andra keluar dari ruangannya Maya pun melihatnya heran, mengapa atasannya malah pulang lebih awal dan bisa-bisa rencananya gagal, Ya.. Maya punya rencana agar Andra dapat dia miliki.seutuhnya dengan menaruh obat perangsang pada kopi yang dia buatkan untuk Andra. "Pak..  bapak mau kemana bukankah kita harus lembur malam ini?", sambil hendak memegang lengan Andra. "Lepasin saya, saya mau pulang karena saya lagi nggak enak badan."  "Tapi pak kan proyek ini harus diselesaikan laporannya 2 hari lagi". Kata maya sambil mengusap pundak dan semakin mendekati Andra. "Iya masih ada 2 hari lagi, saya harus pulang kamu tidak bisa memaksa saya untuk bekerja, saya yang atasan kamu".Jawab Andra yang mulai kesal. "Sini deh lah Maya pijitin, lebih dari pijit juga nggak apa-apa.." tingkah Maya semakin ingin menggoda Andra dan memeluk Andra tanpa rasa malu sedikitpun, karena cuma tinggal mereka berdua dikantor yang lembur, sedangkan karyawan lain sudah pulang saat jam 5 sore. "Maya lepaskan saya!, kamu sudah gila Maya, saya mau Pulang", Andra langsung melepaskan pelukan Maya, serta bergegas menuju pintu keluar. Maya hanya menatap Andra pergi dengan wajah cemberut, "Yah.. Rencana ku gagal deh, padahal malam ini pas banget untuk aku memiliki Pak Andra seutuhnya." Maya kembali ke ruangannya, entah mungkin dia juga akan pulang setelah tidak dapat menjebak Andra dalam permainannya. Andra merasakan kepalanya sangat pusing dan badannya merasakan kepanasan, namun dia juga mesakan ada gairah yang menjalar pada tubuhnya. Ya karena dia telah meminum obat perangsang yang tak pernah dia ketahui sebelumnya. Dia pun menuju ke mobilnya dan segera pulang sebelum dia melakukan sebuah kesalahan pikirnya. Mobil Andra pun melaju dan dia beruntung dapat sampai selamat di depan apartemennya. Ya Andra tinggal di apartemen, karena jarak rumah ke kantornya lumayan jauh sekitar 45 menit itupun bila tak macet, maka dari itu dia membeli apartemen di dekat kantornya agar dia tak terlambat saat berangkat ke kantornya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD