Bab 21. Mama is Back

1139 Words

Pertemuan dengan Mas Bram menguras seluruh tenaga dan emosiku. Aku lelah. Sekaligus lega. Semua yang terpendam, termuntahkan semua. Kami berdua berusaha berdamai dengan takdir. Jalan ini, pasti yang tertepat. Mas Bram pun, bisa menjalani hidup tanpa ada bayang-bayang rasa salah ataupun sesal. Aku tahu, dia laki-laki baik. Keluarga barunya pun, pasti berharap memilikinya dengan utuh. Semoga bahagia. Aku sudah iklas menerima apa yang sudah terjadi. Itu adalah masa lalu yang sudah menjadi suratan takdir dan hanya sampai disini. Keluar dari ruangan, langkahku terasa ringan, langkahku terasa pasti, sudah tidak ada yang mengganjal dihati. Aku sudah punya harapan, diriku sudah kembali. Wisnu. Dia sekarang yang menjadi tujuanku. Anakku, mama sudah hidup, lagi. *** "Rani!" Namaku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD