Bianca terbangun dengan keadaan kepala yang sakit tidak karuan. Bahkan sebelum ia membuka mata dan mengumpulkan kesadaran dengan benar, sakit kepala itu langsung menyerangnya dan ia tak bohong jika hal tersebut benar-benar menyakitkan. Bianca menempatkan tangan di surai hitamnya sembari meringis-ringis sakit. Ia menarik rambut keras-keras berharap rasa tak nyaman tersebut segera sirna. "Awwww." Bola mata kecokelatan Bianca nampak, wanita itu menatap langit-langit dan kemudian mendesah. Ia masih belum ingat apa yang semalam telah terjadi, baik itu di club atau pun di kamar yang kini tengah dirinya tempati. "Sakit banget, gila." Menganalisa ke sekeliling ruangan, Bianca mengerutkan kening. Design yang nampak berbeda dan asing di pengelihatannya itu membuat Bianca bingung. "Gue ada di ma

