19. Hidup Yang Menyebalkan

727 Words

Setelah diberikan makeup, dengan rambut yang akhirnya ditata serapi mungkin, Bianca akhirnya menemui diri yang kini tengah berhadapan dengan kamera. Ia harus mulai mereview salah satu makeup yang sudah mengendorsnya. "Ngomong Bi, lipstiknya gimana, kan udah lo apalin diskrip, waktu kita ini mepet Bi, mepet banget, lo harus bisa memanfaatkan. Bentar lagi kita harus ke Jakarta." "Okei." Bianca tak memiliki lagi tenaga untuk mendengar ocehan dari wanita di hadapannya. Kimi yang bahkan masih mementingkan uang di saat ia sendiri masih belum bisa melupakan setumpuk masalah di dalam ruang pikiran. Sesaat Bianca mengembuskan napas, lalu menatap kamera. "Sumpahan ya, lipstik ini tuh ngasih kesan bibir sehat dan enggak bikin kulit bibir kering. Warna-warnanya juga soft dan menarik banget. Ini ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD