"Tiba-tiba banget Bi kamu ngomongin kesalahan begini? Ada apa hayooo?" "Enggak ada apa-apa Mom, cuma Bibi ya merasa bersalah aja sama Moma. Kejadian lalu-lalu pun kan kayak gitu." "Sudahlah Bi, kalau yang itu enggak perlu kamu pikirin, jadikan aja pelajaran buat kita berdua, biar enggak mengulangi hal yang sama." Bianca menganggukan kepala. Tahan, ia tak boleh terdengar sedih apalagi menangis sekarang, kalau ia begitu, bisa-bisa Moma curiga terhadapnya. "Iya Mom, Bibi ngerti." Dan ada satu hal yang ingin Bianca tanyakan saat ini. "Mom, persiapan pernikahan Moma gimana? Maaf ya, Bibi enggak bisa ikut bantu." "Tenang aja Bi, semuanya sudah lancar kok, Mas Ezra yang sebenernya banyak ke sana ke sini untuk menyiapkan pernikahan. Kadang Moma enggak enak sama dia. Padahal Mas Ezra itu jug

