"Temuin sama di lobi hotel pukul delapan malam ini, kita harus bicara." "ASTAGAAAAAA! KENAPA SIH LAKI-LAKI GILA INI?" Bianca melemparkan ponsel sejauh yang ia bisa. "Kenapa dia terus ganggu hidup gue? Kenapa dia terus ada di sekitar gue? Dan kenapa dia selalu minta penjelasan padahal udah jelas kan gue enggak mau jelasin apapun ke dia?" "Gue harus pergi dari sini secepatnya. Gue enggak bisa kalau harus sekota sama dia apalagi sehotel. Bodo amat, gue enggak mau berurusan sama tuh cowok." Bianca memberesi barang-barangnya dengan buru-buru, baju-baju disimpan acak ke dalam koper. Barang-barang yang ia punya ia masukan asal ke dalam tas dan buru-buru Bianca mengenakan outer serta sandal sebelum kemudian, membuka pintu hotel. "Mau kemana?" "Anjir!" Bianca memegang dadanya kaget, mencoba u

