Bianca membaca proposal kontrak iklan yang ada di tangannya, kini ia dan Kimi tengah berada di dalam sebuah coffe shop langganan dan memesan dua machiato. "Tanda tangan aja. Gue ambil." "Tumben? Lagi usaha buat produktif ya lo?" Bianca tersenyum kecil. "Begitulah, gue harus punya banyak uang karena gue udah males buat nikah. Gue ... enggak bakalan nikah." "What?" Kedua mata Kimi langsung berbinar ketika mendengar hal tersebut. Ada bunga-bunga yang meledak di dalam diri. Bianca tidak akan menikah dengan laki-laki dan itu berarti, ada kesempatan untuknya agar bisa selamanya dengan Bianca kan? "Kenapa? Lo juga enggak setuju?" tanya Bianca sembari kembali menyimpan gelas ke atas meja setelah menyesap isinya. "Padahal kan lo juga enggak mau marriage!" "Siapa bilang gue enggak setuju, bagus

