Saat tengah asik dibercandai oleh Ezra di atas ranjang pagi itu, perut Bianca tiba-tiba saja berbunyi, lapar. Pun karena semalam ia memang melewatkan makan malam kecuali cake yang Ezra berikan. "Kenapa? Mau makan?" Bianca menganggukan kepala dan mendudukan diri di atas pembaringan. "Iya, gue mau balik dulu." Saat hampir beranjak turun, Ezra pun menahan Bianca. "Kemana? Saya masakin aja di sini, ayo cuci muka sama gosok gigi dulu." "Enggak, gue enggak mau ngerepotin lo." "Saya enggak ngerasa direpotin lagian, jadi ayo ke kamar mandi dulu sekarang. Saya masakin kamu sesuatu." "Emang lo bisa masak?" "Kamu ngeraguin saya?" Bianca menaikan alis mata, sebelum ragu menganggukan kepala. Omong-omong, Bianca tak bohong, dia merasa senang karena Ezra menawarkan diri untuk memasak. Senangny

