"Bianca ... kenapa?" ujar Aalifa bingung sendiri. Cepat-cepat ia mencoba mendorong pintu agar bisa masuk ke dalam kamar anak gadisnya. Namun terkunci. "Dikunci? Enggak biasanya Bianca kayak gini, kenapa dia ngunci pintu begini?" Karena Aalifa ingin selalu bebas untuk keluar masuk ke dalam kamar sang anak jadi, Aalifa meminta Bianca agar tak pernah mengunci pintu. Berbeda dengan sekarang. Karenanya, kekhawatiran langsung memuncak di d**a dari ibu dengan satu anak itu. Mau tak mau, Aalifa pun mulai menggedor pintu tersebut. "Bi! Bibi! Biancaaaaa!? Buka pintunya, ini Moma!" Tak ada sahutan dari dalam sana. "Bi, buka pintunya, kamu ngapain? Kamu kenapa sih Bi?" "Astaga, anak ini!" Akhirnya dengan sekuat tenaga, Aalifa terus menggedor pintu kamar sang anak hingga hampir lima menit kemudian,

