Bianca merenung dalam tangis selama sekitar kurang lebih satu jam. Wanita itu benar-benar tidak bergerak dari tempatnya semula dan tidak pergi kemanapun. Di satu sisi, Bianca merasa lega karena akhirnya, ia bisa mengeluarkan amarah. Di satu sisi, Bianca malah semakin merasa bersalah karena Moma yang harus menanggung bentakan atas emosinya. Kala itu, Bianca pikir semuanya sudah tenang sampai kejadian, pintu kamarnya terbuka begitu saja tanpa ketukan dan Ezra masuk ke dalam mendekati Bianca dengan wajah marah. "Kamu gak sadar siapa orang yang udah kamu sakitin itu Bi?" "Kalau lo cuma mau belain Moma, keluar dari sini." "Saya tanya sekali lagi, Bianca, kamu enggak sadar siapa orang yang udah kamu buat menangis itu?" "Gue udah bilang kalau gue enggak mau berurusan, pala gue mumet!" Ezr

